16 Penderita  HIV/AIDS Meninggal di Lhokseumawe  

Sekretaris Dinas Kesehatan Lhokseumawe. Dokumen Modus Aceh

KBRN, Lhokseumawe  – Sebanyak 16 pasien Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Lhokseumawe meninggal dunia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Dokter Helizar mengatakan, terhitung dari tahun 2004 hingga 2022 jumlah kasus HIV/AIDS di daerah tersebut sebanyak 84 kasus. Terdiri dari HIV 47 kasus dan AIDS 37 kasus.

“Tahun 2021 mengalami peningkatan, bertambah lima pasien lagi, sementara yang masih hidup saat ini 68 orang,” katanya

Menurut Helizar, terjangkitnya HIV tersebut disebabkan oleh seks bebas dan pemakaian jarum suntik yang bergantian.

“Penyakit itu dapat ditularkan, melalui cairan vagina, menyusui, dan sperma,” ungkapnya.

Usia itu menjadi kelompok beresiko dan banyak terinfeksi virus mematikan tersebut, mulai 25 hingga 45 tahun.

“Alhamdulillah, sudah ramai masyarakat berani memeriksa diri dan mengakses pelayanan Voluntary Counseling and Testing (VCT), pelayanan tersebut terdapat di Muara Satu, Muara Dua dan Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe,” ujarnya.

 “Bagi masyarakat yang ingin mengakses pelayan VCT bisa di Puskesmas Muara Satu, Muara Dua dan Rumah Sakit Kesrem Lhokseumawe,” tuturnya.

Helizar mengatakan, untuk pasien HIV yang terindikasi gejala penyakit Tuberkolosis (TB) terpaksa harus di rawat inap, disebabkan memiliki kaitan erat dan terjadi okumulasi antar dua penyakit itu.

“Namun ramai juga yang melakukan pengobatan rawat jalan,

Helizar mengimbau kepada masyarakat jika memiliki tanda-tanda penyakit tersebut, segera memeriksa diri ke Puskesmas atau rumah sakit yang tersedia VCT.

“Indentitas pasien akan dirahasiakan dan tidak di publikasi,” imbaunya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar