Setelah Dibujuk Haji Uma, Akhirnya Penderita Diabetes Mau dirujuk Ke RS

Haji Uma menjeguk paisen diabetes di RSU Cut meutia

KBRN, Aceh Utara : Saifulnur (35) Warga Blang Teu Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe, yang selama ini menderita Diabetes Melitus (DM) dan terbaring selama dua bulan terakhir di kasur rumahnya, akhirnya mau dirujuk ke Rumah Sakit Umum  (RSU) Cut Meutia Buket Rata Lhokseumawe.

Awalnya ayah satu anak ini, tidak mau dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis, alasan tidak ada biaya hidup untuk pedamping. Namun setelah dibujuk Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman sapaan Haji Uma dan akan menanggung semua biaya  pendamping keluarga pasien baru bersedia.

Sehari pasca dirujuk kerumah sakit, H Sudirman, didampingi pengusaha muda Lhokseumawe, Safrizal alias Tokedan dan staf khusus Hamdani (Madnu), langsung menjenguk Saifulnur yang dirawat di ruang Safa RSU Cut Meutia, Jumat (15/10/2021).

H  Sudirman menyebutkan, sebelumnya pasien (Saifulnur) sudah pernah didatangi petugas kesehatan kecamatan setempat, termasuk kepala desa (Kades) Namun tetap pasien menolak untuk dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan medis.

“Setelah mendapatkan informasi dari staf saya Hamdani, langsung menghubungi pasien yang terbaring di kasur rumahnya melalui panggilan video, kemudian menanyakan alasan kenapa yang bersangkutan enggan dirawat di rumah sakit, ternyata tidak memiliki biaya,”jelasnya.

Lanjutnya, setelah dirinya berjanji akan menanggung semua biaya hidup pedamping di rumah sakit, akhirnya pasien itu mau dirujuk ke Rumah sakit, dan langsing dijemput dengan menggunakan mobil ambulance Puskesmas Blang Cut, yang turut didampingi kepala Pustu Blang Theu, Nova Mulyani dan perawat.

"Saya akan menanggung biaya pendamping selama pasien dirawat di rumah sakit, dan terus melakukan pemantauan kondisi pasien selama di rumah sakit. karena merasa iba dengan kondisi pasien yang merupakan salah satu keluarga miskin(Kaum dhuafa) bahkan selama satu hari dirawat sudah ada perkembangan kondisi terus membaik.”katanya.

Sementara, Nurlela (30) isteri pasien mengatakan, kondisi suaminya  terparah sejak dua bulan terakhir, awalnya ada benjolan kecil sejenis bisul di kaki kanannya, setelah sembuh itu menyebar di kaki kiri, bahkan jari kelingking sudah di amputasi setahun yang lalu dan sudah sembuh.

“Dua bulan terakhir kondisi semakin memburuk dan kakinya bengkak,dan saat duduk harus dibantu orang lain, termasuk mau membuang air besar/ kecil. Alhamdulillah berkat bujukan Haji Uma suami saya mau dirawat“pungkasnya,

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00