Menggetarkan, Puisi Perjuangan Aceh Pertahankan Indonesia Tahun 1948

KBRN, Lhokseumawe: Agresi ke-II tahun 1948, Belanda mengumumkan ke seantero dunia, Indonesia sudah bubar.

Begitulah kejahatan demi kejahatan Belanda mencengkram antara siasat kotor yang kejam, mereka kembali merambah Indonesia.

Pengumuman itu disampaikan bertubi-tubi sebagai strategi licik Belanda mencoba mengulang strategi licik mereka di perut bumi pertiwi.

Demikian antara lain beberapa penggalan puisi berjudul "Dari sini Indonesia Masih Ada" yang dibacakan Bupati Bireuen, Dr.H. Muzakkar A Gani pada pagelaran Musik dan Seni Jum'at (26/02/2021) pukul 20.30 Wib di Aula Multi Purpose RRI Lhokseumawe.

Muzakkar mengatakan puisi tersebut dipersembahkannya untuk mengenang sejarah perjuangan masyarakat Aceh membantu Indonesia melawan Agresi Militer Belanda ke-II dengan menyiarkan Indonesia masih ada melalui Radio Rimba Raya.

"Malam ini puisi Dari sini Indonesia masih ada, khusus saya karang sendiri untuk mengenang Kota Juang Bireuen yang merupakan Kota terakhir mempertahankan Indonesia masih ada ketika Agresi Militer Belanda ke-II tahun 1948", ujar Muzakkar ketika tanya jawab dengan MC pembawa acara Yuna Arie dan Eghi Putra dari atas pentas pagelaran.

Sebagaimana tercatat dalam sejarah, pada saat perjanjian Linggar Jati tahun 1948 gagal menandai Agresi militer Belanda ke-II kembali ke Indonesia kemudian Kota Batavia (Jakarta) jatuh, Jogja jatuh serta seluruh Indonesia dapat dikuasai Belanda kembali, hanya tinggal Aceh yang masih belum dapat dikuasai Belanda.

"Dan disini, bagaimana Aceh mempertahankan Indonesia sebagai negara berdaulat, kita disini ada Radio Rimba Raya. Jadi dari Rimba Raya itulah kita siarkan ke seantero dunia bahwa Indonesia ini masih ada", pungkas Bupati Bireuen ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar