Masih Longsor, Warga Berakhir Pekan Ke Gunung Salak Diminta Hati-Hati

KBRN, Aceh Utara: Hujan deras mengguyur kawasan Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara sejak beberapa terakhir ini.Akibatnya jalan lintas yang menghubungkan Aceh Utara dengan Kabupaten Bener Meriah dan Takengon Aceh Tengah (jalur lintasan eks PT KKA), tertimbun longsor.

Badan jalan yang biasanya banyak dilalui warga itu tertimbun tanah bercampur batu kerikil yang berasal dari pinggir tebing dikawasan Gunung Salak.

Longsor dilaporkan terjadi pada Sabtu, 16 Januari 2021.Selain itu, jalan negara yang lebar hanya sekitar 4 meter kini tersisa dua meter saja. Selebihnya telah tertimbun batu dan tanah liat akibat tergerus air.

Bagi masyarakat hendak menikmati libur akhir pekan atau melakukan perjalanan ke Bener Meriah maupun ke dataran tinggi Gayo, Takengon, untuk ekstra hati-hati.

Terutama pengguna sepeda motor karena jalan sangat licin serta selalu waspada dengan jatuhnya batu atau krikil saat melintas di KM 30 sampai KM 31.

Hingga Minggu (17/1/2021) terlihat para pemuda setempat sedang mengatur jalan agar lalu lintas berjalan normal. Mereka juga memungut jerih ala kadar dari pengguna jalan sebagai imbalan jerih payah mereka.

Sementara itu, Pasca terjadinya longsor di jalur penghubung atau jalan lintas KKA – Bener Meriah di KM 31, Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Sat Lantas Polres Lhokseumawe memasang plang himbauan serta rambu lalu lintas.

Pemasangan plang himbauan yang dilakukan pihak Lantas Polres Lhokseumawe supaya warga yang melintas jalur tersebut lebih berhati-hati lagi demi keselamatannya.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto SIK, MH melalui Kasat Lantas AKP Radhika Angga Rista, SIK mengatakan, di kawasan gunung Salak, Aceh Utara, terdapat beberapa titik rawan kecelakaan, baik itu lalu lintas maupun longsor.

Kasat Lantas menuturkan, personil langsung bergerak ke beberapa titik lokasi, sekaligus melakukan patroli memantau jalur lintas Krueng Geukueh menuju Kabupaten Bener Meriah.

Pihaknya juga memasang rambu peringatan 50 meter dan 100 meter dari kedua arah daerah yang  rawan Longsor.

“Agar memudahkan masyarakat pengguna jalur tersebut dan menghindari terjadinya kecelakaan berlalu lintas, personil memasang baliho himbauan dari dua arah titik longsor,” terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00