Pengungsi Rohingya Disosialisasikan Budaya Aceh dan Hukum Positif Indonesia

KBRN, Lhokseumawe: Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Pengungsi etnis Rohingya bersama gabungan pihak NGO dan Aparatur Gampong (Desa) Meunasah Blang, Kemukiman Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Jum'at (24/07/2020) sore, mengadakan Sosialisasi tentang Budaya Aceh dan Hukum Positif Indonesia kepada pengungsi Rohingya.

Sosialisasi yang diadakan di lokasi penampungan gedung BLK Kota Lhokseumawe itu, turut dihadiri Ketua Satgas, Ridwan Jalil, Camat Muara Dua, Protection Societ UNHCR perwakilan Jakarta, Ray Firda Malia, tim penerjemah bahasa Indonesia ke bahasa Rohingya dari IOM, Geuchiek Meunasah Mee, Kandang, Saifuddin Yunus (Pon Pang), hingga Kapolsek dan Danramil Muara Dua.

Dalam sosialisasi Budaya Aceh dan Hukum Positif Indonesia tersebut, Kasatgas, Ridwan Jalil, mengemukakan, agar pengungsi menjunjung tinggi adab selama berada di lokasi penampungan.

"Adab dan kesopanan harus dijunjung tinggi selama di penampungan serta patuhi semua peraturan yang sudah dibuatkan untuk keamanan dan kenyamanan Kamp Pengungsian. Selain itu, penting juga menjaga kebersihan kamp penampungan", tegas Ridwan Jalil kepada pengungsi yang mengikuti kegiatan sosialisasi.

Sementara Geuchiek Gampong Meunasah Mee, Kandang, Saifuddin Yunus, mengemukakan, pada dasarnya warga masyarakat setempat menerima kehadiran pengungsi Rohingya di lokasi penampungan sementara.

"Tapi jangan berbuat kekacauan. Tetap menjaga adab dan kesopanan serta menjunjung tinggi nilai-nilai syariat islam di Aceh yang sudah menjadi reusam (kebiasaan) masyarakat Aceh, jangan sampai melanggar", pinta pria yang akrab disapa Pon Pang ini.

Pon Pang juga meminta kepada semua NGO agar mendirikan balai dan menggelar pengajian kepada para pengungsi supaya mereka semakin mengerti dengan kebiasaan masyarakat di Aceh khususnya Kota Lhokseumawe.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00