Pemko Lhokseumawe Keluarkan Surat Perintah Bongkar Kafe Mesum

KBRN Lhokseumawe: Sekretaris Dinas Syari'at Islam (DSI) Kota Lhokseumawe, Tgk Ramli Amin, membenarkan bahwa pihaknya atas persetujuan Walikota dan unsur muspida terkait, telah mengeluarkan surat peringatan pembongkaran kepada pemilik atau pengusaha tempat usaha Cafe Singapure, Pinggir Sungai Cunda, Gampong Mon Geudong Kota Lhokseumawe.

Dalam surat yang ditanda tangani Walikota Lhokseumawe tentang peringatan pembongkaran bangunan ini, DSI selama ini sudah banyak menerima laporan dari warga masyarakat bahwa Cafe Singapure sudah banyak melanggar ketentuan Qanun Syari'at Islam. 

Disamping itu, bangunan kafe dimaksud juga ternyata tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta izin usaha.

"Sehubungan dengan dasar diatas, hasil pengawasan dan penyelidikan di lapangan, bahwa seluruh kegiatan pada usaha saudara melanggar syari'at islam yang memberikan fasilitas untuk melakukan maksiat (mesum), sehingga meresahkan masyarakat dan tidak memiliki IMB serta izin usaha", sebut Ramli Amin, kepada RRI, sambil membacakan salah satu poin peringatan pembongkaran bangunan tersebut.

DSI memberikan waktu 7 hari sejak dikeluarkannya surat tersebut untuk segera membongkar bangunannya. 

Apabila pembongkaran tidak dilaksanakan oleh pemilik bangunan maka Pemerintah Kota (Pemko) akan membongkar paksa bersama petugas Kepolisian dan Satpol-PP dan WH.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00