Tradisi Minum Kopi yang Menjadi Gaya Hidup di Aceh

Pemilik warung kopi Culture Café Alfa Khalil

KBRN, Lhokseumawe : Tradisi minum kopi ini telah berkembang turun temurun seiring perkembangan Aceh sebagai salah satu daerah produsen kopi kelas dunia, sehingga budaya minum kopi yang menjadi gaya hidup di Aceh sudah turun menurun hingga ke generasi muda .

Salah satu pemilik warung kopi Culture Café di Alue Awe, Kecamatan Muara Dua Lhokseumawe,  Alfa Khalil Ikram, kepada RRI menyebutkan budaya ngopi sudah menjadi tradisi tersendiri di Aceh, karena ngopi seakan sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari dimensi kehidupan masyarakat masa kini. Penikmatnya pun mulai dari kalangan atas, menengah maupun bawah.

“Saya membuka warung kopi ini pada tahun 2020 lalu, atau saat pandemi Covid-19, meskipun kondisi pandemi yang melanda termasuk Aceh,  hal itu tidak berpengaruh bagi masyarakat Aceh yang ingin menikmati secangkir kopi. Bahkan, saat ini di daerah pedesaan aroma kentalnya budaya ngopi semakin kentara,“ sebut Alfa Khalil. Sabtu (16/10/2021).

Pengusaha muda yang memiliki dua warung kopi ini menambahkan, meskipun masih  kondisi pandemi Covid-19, pelayanan tetap seperti biasa, Namun bagi pelanggan yang berkunjung wajib mematuhi Protokol Kesehatan (prokes) diantaranya menggunakan masker dan wajib mencuci tangan ditempat  yang telah disediakan.

“Alhamdulillah, awalnya saya membuka satu warung kopi, seiring berjalan waktu sekitar 1 tahun, dan pelanggan semakin melonjak karena mahasiswa sudah aktif kembali belajar luring (tatap muka), akhirnya saya membuka satu lagi warung kopi di belakang warung kopi pertama, tepatnya di Depan Kampus IAIN Lhokseumawe, “terangnya.

Lebih lanjut Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi Jakarta ini menyebutkan, sudah hampir 2 tahun usahanya berjalan,dalam sehari omset didua warkop-nya berkisar antara Rp.5 juta sampai dengan Rp.7 juta.

“Saat ini saya mempekerjakan  20 orang karyawan termasuk 4 orang barista, kabar baiknya hal itu dapat mendongkrak perekonomian mereka dan mengurangi pengangguran di tengah kondisi Pandemi Covid-19.” tambahnya.

Salah satu penikmat kopi Muhammad Furqan mengatakan, dirinya mulai ketagihan kopi sejak 2018, khususnya jenis Arabika, Karena rasanya yang lebih nikmat dan aromanya-pun berbeda dengan kopi yang lain.

“kopi tentunya menjadi sebuah minuman favorit bagi masyarakat Aceh termasuk saya salah satunya, bahkan dalam sehari bisa menghabiskan lebih dari tiga gelas, Kopi Aceh punya khas tersendiri mulai dari aroma sampai rasa sehingga membuat ketagihan.” kata Furqan

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00