Kisah Hasbullah, Tuna Netra Menyambut Peradaban Digital

Ketua Pertuni Lhokseumawe, Hasbullah

KBRN, Lhokseumawe: Kalangan Tuna Netra di Kota Lhokseumawe, kini mencoba menyesuaikan diri dengan perkembangan Teknologi Digital pada Android maupun Website dengan berbagai Platform Digital.

Sekalipun mata tak dapat melihat, tetapi tetap mencoba melakukan browsing beragam aplikasi Smart Phone.

"Ada. Kebetulan saya banyak punya grup. Ada grup saya buat sendiri, ada grup teman - teman juga. Cuma kalau grup tuna netra ini, dia lebih sering main Voice Note, contohnya begini", ungkap Hasbullah, seorang Penyandang Tuna Netra di Kota Lhokseumawe, Minggu (08/08/2021) lalu sembari mempraktekkan di Android miliknya.

Dia juga mengapresiasi Liputan Khusus yang dilakukan RRI tentang Tuna Netra Menyongsong Peradaban Digital.

Menurut Hasbullah yang juga Ketua Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Cabang Kota Lhokseumawe itu, Google Talk Back menjadi kunci pemandu bagi seorang Tuna Netra untuk berselancar pada Android.

"Nah, jadi kalau Tuna netra menggunakan Android ini dibantu oleh Talk Back, itu aplikasinya. Sebetulnya di semua Android ada aplikasi tersebut. Cuman kalau untuk orang normal biasa jangan mengaktifkan Talk Back ini. Karena gini, sistem operasional Android, ketika kita aktifkan Talk Back dia jadi berubah. Boleh saya perlihatkan langsung", tutur Hasbullah lagi sambil mendekatkan HP ke telinganya sementara jari jemarinya mengusap layar Touchscreen Android miliknya dan mendengarkan perintah suara yang keluar.

Dia juga menambahkan, setelah Talk Back diaktifkan cara menyentuh layar HP Android juga menjadi berubah. Jika yang biasanya cukup diketuk satu kali, tapi setelah Talk Back diaktifkan maka ketuknya harus dua kali. Itu pula yang membedakan Talk Back aktif dengan tidak.

Berkat keramahan Teknologi Android, kalangan Tuna Netra bahkan sudah mulai menggunakan Aplikasi Zoom Meeting yang cukup terkenal sejak Pandemi Covid-19.

Misalkan untuk pertemuan atau rapat koordinasi jarak jauh dengan Pertuni Pusat. "Alhamdulillah, sudah mulai menyesuaikan diri", ucapnya ketika ditemui di Rumah Panti Pijat Tuna Netra kawasan Jalan Darussalam Kota Lhokseumawe.

Meskipun diakuinya penggunaan Android dikalangan Tuna Netra masih sebatas pada menggunakan Aplikasi Whatsapp Messenger, YouTube dan lain - lain. Artinya, belum memanfaatkan Android untuk bisnis atau lainnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar