Meski Memiliki Anak Kandung, Nenek Tihawa Lebih Memilih Hidup Sendiri

Kondisi rumag gebuk  Nenek Tihawa Memilih Hidup Sendiri Meskipun Punya Anak

KBRN, Aceh Utara : Keluarga adalah hal yang paling berharga di dunia ini, karena tampa mereka mungkin kita tidak bisa sampai seperti in,p engorbanan, pengabdian dan perjuangan mereka telah mengantarkan kita sampai pada titik ini.

Namun kisah kehidupan Tihawa seorang nenek yang sudah berusia 70 tahun asal Gampong Matang Ranup Laseh, Kecamatan Tanah Pasir Aceh Utara, sungguh menyentuh hati dan mampu membuka mata hati kita semua.

Meskipun nenek Tihawa punya keluarga dan anak, sejak 10 tahun lalu almarhum suaminya. Nenek Tihawa memutuskan menghabiskan masa tua dengan seorang diri walaupun memiliki anak dan cucunya.

Saat tim berkah ramadhan RRI Lhokseumawe mendatangi rumahnya didampingi Ketua dan anggota Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Cabang Tanah Pasir, Nazaruddin dan Nurul Yani, Nenek Tihawa mengaku memutuskan tinggal seorang diri di gebuknya berukuran 4 x 6 meter persegi berdinding kayu, beratap seng dan berlantai tanah sejak suaminya meninggal.

 “Saya miliki 4 orang anak, tiga diantaranya perempuan dan satu lagi laki-laki, mereka semua sudah berumah tangga  dan memiliki anak,  sehingga saya tidak membebankan mereka,”kata nenek Tihawa,

Dikatkan, untuk kebutuhan sehari-hari selain hasil jual hasil kebun kebun di belakang rumah, sekali-kali dinafkahi anaknya, mereka hanya sangup menafkahi  dalam seminggu sekitar  Rp 20 ribu, secara bergantiam, kerena meraka juga kondisi ekonominya pas-pasan.

“Saya memilih untuk hidup sendiri, karena ia tidak ingin tinggal dirumah mereka karena akan menjadi beban mereka, dan saya mau masuk dalam kehidupan anak saya mereka juga punya hidup masing-masing,ucap nenek Tihawa

Selan kehidupanya Nenek Tihawa yang sangat memprihatinkan. Namun Parahnya nenek Tihawa Pindahan dari Kecamatan Matangkuli dan sudah menetap 5 tahun di desa  Matang Ranub Laseh, tidak tercatat sebagai penerima program Keluarga Harapan (PKH).

“Saya hanya mendapatkan bantuan Covid-19 yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST), meskipun demikian saya tetap semangat menjalankan ibadah puasa meskipun makan dengan alakadar dan hidup sendiri dirumah yang dibangun anaknya ,”pungkasnya.

Demikian saudara sepenggal kisah  kehidupan  Nenek Tihawa (70) asal Gampong Matang Ranup Laseh Kecamatan Tanah Pasir Aceh Utara yang memilih untuk hidup sendiri digebuk yang berukuran 3 x 6 meter persegi.

Oleh karena itu kita yang memiliki kelebihan rezeki dapat membantu meringankan beban kehidupan nenek  Tihawa  dan jika ada yang mau bersedakah bisa saluran di RRI Lhokseumawe, Karena menjelang akhir  puasa, tim berkah ramadhan akan mengantar langsung bantuan atau sedekah kepada yang  sejumlah penerima berkah ramadhan .

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar