Nasib Remaja Cidera Sejak lahir, Bustami Antusias Ikut Puasa

KBRN Aceh Utara: Malang nian nasib remaja yang hanya terbaring ditempat tidur dan tidak bisa berjalan, anak kelima dari Pasutri Sanusi 60 dan Yusdiana warga Miskin Tanjong Pineun, Kec. Seunuddon, Aceh Utara.

Sejak  dilahirkan 22 tahun lalu remaja bernama Bustami ini, tidak mampu melakukan apa-apa, bahkan juga tidak pernah mengenal huruf dan angka, apa lagi melihat jam.  sehingga boleh dikatakan ia tidak pernah bisa merasakan indahnya bermain bersama anak seusianya. Kedua Orang tuanya, hanya mengerti isyarat ketika Bustami lapar dan meinta disuapin makanan.

,"ya begitulah terbaring tanpa banyak berkata, kalau pun bersuara hanya terdengar beberapa kalimat kata tidak jelas.,"Kisah Yusdiana. 

Derita sedih dijalani Bustami, diakui Yusdiana berawal ketika 6 bulan usia dikandungnya yang  mengalami pendarahan karena terjatuh, sehingg terpaksa menjalani tindakan operasi karena tidak bisa melahirkan secara normal,

"Saat Bustami lahir sebagian tubuhnya memar, Ketika berusia tiga bulan, Bustami hanya bisa berguling, dia tidak bisa melakukan gerakan lain layaknya anak seusianya. Tidak bisa merangkak, apalagi berdiri kedua kakinya rapat, sehingga hanya bisa berguling," jelas Yusdiana kembali.

Sebelumnya pasutri dari keluarga miskin yang bekerja sebegai buruh tani bersama suaminya Sanusi (60), sudah berusaha membawa anaknya ke dokter anak di Lhokseumawe, Namun sayangnya  keluarga Miskin ini tidak bisa menyanggupi kebutuhan biaya yang besar untuk pengobatan anak dirumah sakit medan .

"Meskipun uang kami terbatas, tetap membawa dia ke Medan, Selain bertani, dulunya kami  membuka kantin sederhana di depan Puskesmas Kecamatan Seunuddon. Dari penghasilan itu kami kumpulkan untuk membawa anakn ke Medan.di sana dilakukan  scanning, kemudian akan ditangani secara berlanjut. Kami tidak punya biaya lagi,  sehingga hanya sekali membawa dia ke Medan, " jelasnya.

Ditengah kondisi keuangan keluarga tidak menentu, Yusdiana masih berharap anaknya bisa hidup normal. Mencoba Dia membawanya ke ahli urut tradisional, namun tidak berhasil.

Bustami Usia 22 tahun ini tidak bisa bergerak sejak lahir,  Warga sekitar Gampong Tanjong  Pineun, Kec. Seunuddon,  Aceh Utara,  memang mengenal Bustami sebagai remaja  yang terbaring tak berdaya akibat kecelakaan ketika masih dalam kandungan ibunya yusdiana.

Sejak kecil, Bustami juga menolak makanan dari orang lain,  selain  orang tua dan kakak-kakaknya. Namun demikian sejak awal Ramadhan ini remaja terbaring inipun menolak diberikan makanan sebelum  sampai datang waktu berbuka."Ketika saya suapin, dia menolak. Katanya, puasa," jelas ibu kandung Bustami, Yusdiana, 54. Bahkan Bustami sendiri mengetahui ketika datang waktu berbuka, meskipun dia tidak bisa bergerak dari tempat tidur. Akibat penderitaan sejak lahir, 

Mungkin sering mendengar pembicaraan tetangga ketika bertamu kesana, sehingga Bustami mengerti  tentang larangan makan di bulan puasa. Selain menolak makan sebelum waktu berbuka Bustami juga mulai mengucapkan, baju lebaran. 

 "Mungkin sering mendengar dari anak-anak yang bermain ke sini, " kata Yusdiana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar