Nek Ainsyah Hanya Sebantang Kara

Nenek Ainsyah asal Gampong Cangguek kecamatan Tanah Pasir Aceh Utara kehidupannya sangat miris,

KBRN, Aceh Utara : Kehidupan Nenek Ainsyah (75) Lansia asal Gampong Cangguek kecamatan Tanah Pasir Aceh Utara, sungguh sangat miris, selain tinggal seorang diri atau sebatang kara, juga tinggal di rumah reyot berukuran 4x6 meter persegi dengan berdinding papan yang sudah lapuk dimakan usia dan beratap seng yang sudah bocor.

Meskipun kehidupan Nenek Ainsyah tidak semewah dan makan enak seperti warga di sekelilingnya saat berbuka puasa. Namun ia tetap menghabiskan masa tua dengan seorang diri atau sebatang kara semenjak suaminya meninggal dunia sekitar 8  tahun lalu. karena ia  juha tidak memiliki anak.

Nenek Ainsyah  didampingi Kepala Desa setempat Nurdin saat dijumpai RRI mengaku, untuk bertahan hidup selama ini, dengan kondisinya yang sudah lanjut usia (Lansia ) sehingga tak dapat mencari nafkah, hanya mengandalkan bantuan  maupun sedekah dari para tetangganya.

“Berapa tahun  lalu pasca mennggal suaminya, untuk bisa makan dan menyambung hidup merupakan, saya buat kue basah  untuk warung kopi di Gampong tempat tinggalnya dan menjual telur ayam, Namun  untuk saat ini, apalagi untuk mencari nafakah juntuk berjalan saja susah,”keluh Nenek Ainsyah, Senin (19/4/2021).

Meskipun Nenek Aisnyah hidup sebatang kara tanpa ada suami dan anak, Namun dirinya tetap semangat menjalankan ibadah puasa 1442 hijrah tahun  ini,dan bersyukur bisa menjalankan ibadah puasa.  

“Saya setiap hari meneteskan airnya mata, karena hingga saat ini belum ada beras untuk membayar zakat fitrah menjelang Hari Raya Idul Fitri,  karena saya tidak kesawah, kalau sebelumnya ada sedekah dan zakat yang diberikan warga, kerana padi dihantam banjir tidak ada lagi yang kasih, “terang Nenek Ainsyah yang sekal-sekali mengusap air mata,

Salain kehidupanya Nenek Ainsyah yang sangat memprihatinkan, Namun Parahnya nenek Ainsyah tidak tercatat dalam program Keluarga Harapan (PKH) didesanya, Namun ia hanya mendapatkan bantuan Covid-19 yaitu Bantuan Sosial Tunai (BST).

“Mungkin belum razeki saya, saya Cuma berharap kepada pemerintah, agar pemerintah bisa merehab rumah saya yang hampir roboh, “Pintanya.

Sementara Keuchik Gampong Cangguek Nurdin mengaku sudah sering mengusulkan Nenek Ainsyah untuk bisa masuk ke Program Keluarga Harapan (PKH) dan Rehab rumah, Namun hingga saat ini  belum teralisasi. namun Nenek Ainsyah hanya mendapatkan BST .

“Di desa kami ada 152 Kepala Keluarga (KK) Namun yang mendapatkan PKH, dan BLT maupun Bansos sekitar 32 orang, dengan harapan  Pemerintah bisa melakukan rehap rumah nenek Aisnyah yang sudah lapuk dimakan usia dan sejumlah rumah warga lainnya yang tidak layak huni, karena Dana Desa (DD) untuk tahun ini sudah dianggarkan untuk Covid-19,”Pungkasnya.

Demikian saudara sepenggal kisah Nenek Ainsyah (75) lansia asal Gampong Cangguek Kecamatan Tanah Pasir Aceh Utara, yang kehidupan sangat memperihatinkan, maka yang memiliki kelebihan razeki dapat membantu meringankan beban kehidupan nenek Ainsyah, apalagi dibulan suci ramadhan yang penuh berkah ini, bisa terbuka pintu hati kita untuk berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan iuran tangan kita.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar