Dampak Kemarau, Hasil Panen Padi di Aceh Utara Turun 15 Persen

Petani Sedang memanenkan padi

KBRN, Aceh Utara : Musim kemarau panjang tahun ini telah membuat produktivitas padi menurun. Kondisi itu disebabkan bulir padi tidak tumbuh maksimal dan panen dini karena kekurangan air selama musim kemarau ini.

Mantri Tani  Kecamatan Banda Baro Aceh Utara, Tarmihim kepada RRI, mengaku tahun ini produksi   padi menurun sekitar 10 hingga 15 persen rata-rata 4 ton per hektar, sedangkan pada panen sebelumnya rata-rata 6 ton per hektar dan sudah maksimal kerena sawah tadah hujan.

“Luas areal persawahan di Kecamatan Bandar Baro, sekitar 693 hektar merupakan sawah tadah hujan, sehingga 80 persen para petani mengandalkan sumur bor atau pompanisasi, karena tidak memiliki irigasi, “kata Tarmihim. Minggu (7/3/2021).

Menurutnya, menurunnya hasil produksi panen petani, dikarenakan sulit mendapatkan pasokan air, apalagi cuaca kemarau, selama ini  petani hanya mengandalkan sumur  bor, sehingga setiap tahun hasil menurun jika padi tidak cukup air.

“Kami petani sangat mengharapkan kepada pemerintah untuk membangun sekitar 18 Kilometer irigasi dari Kecamatan Sawang hingga Bandar Baro,  sehingga para petani tidak sulit mendapatkan air untuk areal persawahan dan tidak lagi tergantungan dengan sumur bor,”pintanya .

Sementara Ketua Gerakan Pemuda Berusahatani (Gepeubut) Aceh, Zulfikar Mulieng menyebutkan, menurunnya produksi padi selain akibat pergantian cuaca atau musim kemarau, juga ada beberapa factor.

“Faktor yang menyebabkan hasil panen menurun, diantaranya petani  tidak jeli mengatur strategi kapan jadwal penanamannya  yang tepat, selain itu juga tidak kesediaan pupuk  saat musim tanam sehingga sangat terpengaruh dengan hasil panen, “pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00