Lindungi Lahan Ubi Kayu Dari Babi Hutan, Kelompok Tani Keruk Parit

KBRN, Lhokseumawe: Dinas Kelautan, Perikanan, dan Pertanian (DKPP) Kota Lhokseumawe bersama Kelompok Tani "Kasep Lon Saba" pada 19 Januari lalu, baru saja melakukan penanaman perdana tanaman Ubi Kayu di lahan seluas 10 Hektar.

Penanaman perdana dilakukan oleh Wakil Walikota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad didampingi Kepala Dinas (Kadis) DKPP Muhammad Rizal.

Dari 10 hektare lahan yang tersedia, bibit tanaman ubi kayu yang sudah ditanami sekitar 6 hektare dengan pembiayaan dana subsidi bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Aceh senilai Rp 60 juta.

"Lahan yang kita manfaatkan adalah lahan tidur yang sudah terbengkalai selama 10 tahun. Lokasinya berada di Gampong Blang Buloh, Kecamatan Blang Mangat", ujar Kadis DKPP Muhammad Rizal, ketika dihubungi RRI, Sabtu (22/1/2021).

Pasca penanaman ubi kayu perdana pada lahan tidur tersebut, kini warga yang terlibat dalam kelompok tani "Kasep Lon Saba" sudah melakukan pengerukan parit disekeliling lahan untuk mencegah serangan hama Babi.

"Tantangan besar menanam ubi kayu adalah bagaimana mengatasi serangan hama babi. Karena ubi salah satu makanan yang digemari hewan tersebut. Tapi kita sudah mengeruk parit agar hama tidak masuk ke dalam lahan. Selain itu didalam parit kita alirkan air lalu ditabur benih ikan", ungkap Ketua Kelompok Tani "Kasep Lon Saba", Akhyar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00