BI Lhokseumawe Salurkan Bantuan PSBI Bagi 33 Nelayan

KBRN, Lhokseumawe : Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe, melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dalam rangka pengembangan ekonomi lokal menyalurkan bantuan  peralatan pendukung nelayan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Nelayan Prima Gampong Pusong Lama, Kota Lhokseumawe dengan jumlah anggota sebanyak 33 orang nelayan, sementara itu penyerahan bantuan secara simbolis tersebut, diserahkan langsung Kepala BI Lhokseumawe, Yukon Afrinaldo, 24 November 2020 di aula kantor Walikota.

Saat dikonfirmasi RRI, Rabu (25/11/2020), Yukon Afrinaldo, membenarkan, penyaluran bantuan tersebut sebagai wujud nyata kontribusi Bank Indonesia dalam peningkatan perekonomian daerah,

“ Pemberian bantuan ini dimaksudkan untuk menggantikan peralatan lama milik nelayan yang sudah rusak karena dimakan usia, sehingga diharapkan mampu mendorong hasil produksi yang lebih tinggi dan dapat meningkatkan pendapatan nelayan, Hal ini juga sesuai dengan tema pengembangan UMKM berdasarkan pengembangan ekonomi lokal oleh Bank Indonesia untuk mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan Indonesia“ pungkasnya.

Adapun bantuan PSBI tersebut, berupa alas jemur Ikan/Udang (ancak) sebanyak 66 (enam puluh enam) Unit dan 33 (tiga puluh tiga) set jaring nelayan darat beserta perlengkapannya.

Sementara itu, pihaknya juga mengapresiasi Pemerintah Kota Lhokseumawe yang telah mengasuransikan para nelayan di daerah dengan bekerjasama PT Jasindo, dimana upaya tersebut dapat mengurangi beban nelayan ketika terjadi kecelakaan di laut,

“ Kami mendukung penuh adanya pemberian asuransi Jiwa kepada para nelayan yang dilakukan  Pemko Lhokseumawe melalui Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan (DKPPP) bekerja sama bersama PT Jasindo. Dengan adanya program asuransi ini, kami yakini mampu mengurangi salah satu beban para nelayan karena adanya risiko keselamatan ketika berlayar di lautan lepas,  sehingga mencari nafkah menjadi lebih nyaman “  

Seiring hal tersebut, pihaknya berharap agar program ini terus diperluas dan ditingkatkan oleh otoritas terkait, karena sifat asuransi adalah berjaga-jaga dari adanya risiko maka harus diikuti secara konsisten oleh para nelayan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00