Petani di Aceh Utara Menerima Bantuan Bibit Dan Alat Pertanian

KBRN, Aceh Utara : Sebanyak 100 orang petani atau Kepala keluarga (KK) terdampak Covid-19,  yang tersebar di 10 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara, mendapatkan bantuan bibit tanaman dan pupuk serta peralatan dari Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Sabtu (21/11/2020).

Bantuan tersebut bersumber dari kegiatan pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan bersifat khusus Covid-19 dari Pemerintah Aceh Utara, diserahkan langsung secar simbolis oleh Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Aceh Utara, Erwandi, kepada penerima manfaat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kuta Makmur.

Saat penyerahan tersebut turut diawasi Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejari Aceh Utara, Mulyadi dan Erning Kosasih serta disaksikan Camat setempat Saifullah, Keuchik Desa Alue Rambee Jufri Abdurrahman, dan penyuluh

Plt Kepala dinas Pertanian dan pangan Aceh Utara, Erwandi menyebutkan, total anggaran untuk bantuan itu sebesar Rp 200 yang bersumber dari APBK,  Ada 3 jenis bantuan yang diserahkan Bibit, Pupuk dan peralatan kepada setiap penerima (KK) diantaranya bibit Cabai, Bawang Merah, mentimun,  sayuran, pupuk, herbisida, pestisida dan peralatan pertanian seperti cangkul dan penyiram.

"100 Kepala keluarga (KK) tersebar di 10 Kecamatan yaitu di Kecamatan Baktiya Barat, Simpang Keuramat, Bandar Baroe, Sawang, Kuta Makmur, Nisam, Geureudong Pase, Langkahan, Matang kuli, dan Lapang. sedangkan setiap kecamatan satu desa dan 10 orang penerima,"kata Erwandi. Sabtu (21/11/2020).

Disebutkan, dasar penentuan lokasi berdasarkan analisis peta ketahanan dan kerentanan pangan dan tahun ini  hanya bisa dialokasikan untuk 100 Kepala Keluarga (KK)  karena keterbatasan dana, semoga tahun depan pemerintah dapat mengalokasikan dana lagi untuk tujuan yang sama.

"Kita harapkan dengan adanya kegiatan pemanfaatan pekarangam untuk pengembangan pangan  rumah, dapat menanggulangi dampak Covid-19 di Aceh utara dalam rangka pemenuhan pangan masyarakat, sehingga dengan ditanami bibit itu bisa mencukupi kebutuhan dapur dan jika lebih hasilnya bisa dijual sehingga bisa menambah pendapatan keluarga."harapnya,

Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejari Aceh Utara, Mulyadi didampingi Erning Kosasih menyebutkan pihaknya turut terlibat melakukan pendampingan saat penyaluran bantuan ini, sesuai dengan instruksi dari Kejaksaan Agung  (Kejagung)  berhubungan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)..

"Kita harapkan tidak ada indikasi penyelewengan terkait bantuan ini, dan bagi masyarakat yang merasa ada yang kurang atau tidak sesuai yang diperuntukkan baik itu dalam pembagian, maupun pemanfaatan silahkan lapor ke kita, maka akan langsung kita tindak lanjuti,” tegasnya,

Sementara, Camat Kuta Makmur Saifullah menyatakan, pihaknya telah memilih satu desa yang mendapatkan bantuan dengan kriteria jarak desa tersebut yang jauh dari kecamatan dan memilih warga yang memang mau melakukan cocok tanam, sehingga hasil dari bantuan tersebut dapat bermanfaat terlebih saat pandemi Covid-19.

"Jika ini berhasil maka kedepan program ini diharapkan bisa berlanjut, baik dari program dari pemerintah daerah maupun program dari pemerintah desa yaitu dianggarkan melalui anggaran dana desa, sehingga bisa membantu perekonomian ekonomi masyarakat,"harapnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00