Pencabutan Stickering BBM Bersubsidi Sudah Tepat

KBRN, Lhokseumawe : Anggota DPRK Aceh Utara, memberikan apresiasi  kebijakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah, yang memutuskan mencabut surat edaran Gubernur Aceh Nomor 540/9186 tentang Program Stickering pada  kendaraan pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Anggota DPRK Aceh Utara, Jufri Sulaiman kepada  RRI menyebutkan, pencabutan  surat edaran pemasangan stiker pada kendaraan pengguna BBM Bersubsidi sudah tepat, karena program tersebut tidak berjalan efektif.

“Kita sering mendapatkan kendaraan pribadi  kategori mewah bersedia dipasang stiker BBM bersubsidi, agar bisa mendapatkan BBM subsidi di sejumlah SPBU yang ada di Aceh, dan banyak dimanfaatkan oleh oknum tertentu” kata Jufri Sulaiman, Senin (19/10/2020).

Menurut Politisi Partai Gerindra, meskipun pemasangan Stiker  pada kendaraan pengguna BBM  bersubsidi sudah dicabut, pemerintah dan pertamina untuk tetap melakukan pengawasan terhadap SPBU, tujuannya untuk meminimalisir terjadinya penyalahgunaan BBM bersubsidi, agar tidak melakukan penimbunan oleh pihak tertentu.

“BBM bersubsidi sudah jelas untuk rakyat miskin, bukan untuk orang kaya  yang memiliki mobil pribadi mewah, kerana mereka tidak layak menikmati BBM bersubsidi, karena BBM bersubsidi tersebut notabenenya untuk masyarakat miskin dan masyarakat yang sangat membutuhkan,”pungkasnya. 

Seperti diketahui Pencabutan surat edaran tersebut disampaikan Nova melalui Surat Nomor 540/14661 tanggal 15 Oktober 2020 yang ditujukan kepada para bupati/ wali kota se-Aceh dan sales area manager retail Aceh PT Pertamina (Persero). 

Dalam surat itu dijelaskan pencabutan surat edaran terkait stiker BBM Subsidi itu mengingat usulan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh karena pelaksanaannya di lapangan belum efektif. selain itu meminta pihak Pertamina mengambil langkah-langkah evaluasi dan melanjutkan distribusi BBM Bersubsidi sebagaimana masa program stickering belum diberlakukan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00