Ternyata Lobster Sering Bermigrasi di Perairan Aceh Utara

KBRN, Aceh Utara: Menurut pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Utara, kembali dibukanya ekspor benih Udang Lobster oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, tidak begitu berdampak bagi kalangan nelayan di wilayah ini.

Lobster masih menjadi barang langka di Aceh Utara, dan hanya ditemukan dalam jumlah kecil oleh para nelayan ketika melaut. 

"Lobster jarang ditemukan di perairan Aceh Utara, karena wilayah perairannya tidak memiliki terumbu karang yang baik untuk perkembangan udang termahal itu", ungkap Plt Kadis DKP Aceh Utara, Syarifuddin, kepada RRI, Selasa (07/07/2020) menanggapi kembali dibukanya pasar ekspor benih Lobster oleh Kementerian KKP setelah sempat ditutup pada era Menteri Susi Pudjiastuti.

Plt Kadis DKP Aceh Utara, Syarifuddin

Ditambahkan Syarifuddin, terbitnya Peraturan Menteri (Permen) Nomor 12 Permen KP tahun 2020 tentang pengelolaan Lobster, Kepiting dan Ranjungan, justru memberikan kesempatan bagi kalangan nelayan kecil untuk pencarian benih Lobster di perairan lepas dalam jumlah terbatas.

"Mulai saat ini nelayan sudah diperbolehkan untuk mencari Lobster dilaut kemudian menjualnya kepada pengepul dipasaran, tentunya penangkapan dalam skala kecil atau dalam jumlah tertentu", jelasnya lagi.

Meski bukan sebagai daerah penghasil benih Lobster, namun Perairan Aceh Utara merupakan wilayah migrasi Lobster yang memungkinkan bagi nelayan mendapatkannya pada hari-hari tertentu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00