Segera Hadir, Gerai Kuliner Produk UMKM di Lhokseumawe, Begini Konsepnya

Master Plan Gerai Kuliner produk UMKM yang akan dibangun di sepanjang kawasan perlintasan Medan-Banda Aceh, Gampong Meuria Paloh Kota Lhokseumawe. (Foto: RRI.co.id/Dokumen Disperindagop UKM)

KBRN, Lhokseumawe: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Lhokseumawe, memastikan proyek pembangunan Pusat Kuliner berkonsep Rest Area sudah memasuki tahapan tenderisasi.

"Dalam proses tender. Konsepnya lebih kepada pusat jajanan kuliner produk UMKM di kawasan jalan lintas Medan-Banda Aceh", terang Kadisperindagkop dan UKM Kota Lhokseumawe, Muhammad Rizal, dalam perbincangan Lintas Lhokseumawe Pagi, Minggu (03/07/2022) di 89,03 FM Pro-1 RRI Lhokseumawe.

Pusat Kuliner tersebut akan dibangun dikawasan Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu tepatnya di depan Pabrik PJB.Ada beberapa semangat yang ingin dicapai Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe dari pembangunan pusat jajanan kuliner dikawasan jalan lintas Medan-Banda Aceh.

Pertama, ingin memasarkan produk UMKM khas Lhokseumawe sehubungan dengan merespon keluhan masyarakat yang selama ini tidak memiliki pemasaran yang jelas. Sehingga dengan adanya Gerai-gerai pusat kuliner itu nantinya, produk UMKM Lhokseumawe akan memiliki pasar yang jelas.

"Kemudian selanjutnya kita ingin menjemput potensi ekonomi di jalan Medan-Banda Aceh. Dan selama ini kita (Lhokseumawe) terkalahkan dengan kota-kota lain yang sudah lebih dulu memiliki lokasi persinggahan di jalan lintas", imbuhnya lagi.

Kita akan menyiapkan konsep yang berbeda yang nantinya akan membuat para pengguna jalan tertarik untuk singgah dilokasi tersebut.

Akan disiapkan pula sebanyak 17 gerai kuliner dikawasan pinggiran jalan lintas wilayah Meuria Paloh.

Semoga bisa berjalan lancar sesuai rencana, harapnya pula.

Sementara pada kesempatan yang sama, pemerhati ekonomi dari Universitas Malikussaleh (Unimal) Dr. Muhammad Haikal berpesan agar proyek pembangunan gerai kuliner itu memiliki konsep perencanaan yang matang (baik).

"Belajar dari pengalaman yang ada, begitu banyak bangunan yang terbengkalai di Kota ini setelah dibangun. Jangan sampai hal itu terulang lagi", pinta Haikal.

Dia berharap, pusat kuliner itu harus disiapkan sedemikian rupa juga hendaknya dilengkapi dengan fasilitas sarana pendukung lainnya agar membuat konsumen nyaman dan betah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar