Desember 2021, Kota Lhokseumawe Inflasi 0,59 Persen

KBRN, Lhokseumawe; Pada bulan Desember 2021 Kota Lhokseumawe mengalami inflasi sebesar 0,59 persen, hal ini berdasarkan perkembangan harga berbagai komoditas pada tersebut dimana secara umum menunjukkan adanya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,07 pada bulan November 2021 menjadi 108,71 pada bulan Desember 2021.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe, Ir. Hamdani, M.S.M mengatakan, Beberapa komoditas yang memiliki andil atau sumbangan dominan terhadap inflasi ini adalam Ikan Tongkol/ Ikan Ambu-ambu sebesar 0,20 persen, Udang Basah sebesar 0,08 persen, Beras sebesar 0,07 persen, Ikan Tuna sebesar 0,06 persen, Angkutan Udara sebesar 0,06 persen, Ikan Dencis sebesar 0,06 persen, Telur Ayam Ras sebesar 0,06 persen, Minyak Goreng sebesar 0,04 persen, Ikan Bandeng 0,03 persen, dan Ikan Biji Nangka/Ikan Kuniran sebesar 0,03 persen.

“Sementara komoditas yang menahan laju Inflasi adalah Cabai Merah sebesar -0,23 persen, Bawang Merah sebesar -0,03 persen, Daging Ayam Ras sebesar -0,02 persen, Jeruk Nipis/Limau sebesar -0,02 persen, Cabai Hijau sebesar -0,01 persen, Udang Asin sebesar -0,01 persen, Salak sebesar -0,01 persen, Kentang sebesar -0,01 persen, Ikan Mujair sebesar -0,01 persen, dan Kol Putih/Kubis sebesar 0,00 persen.”Sebut Hamdani, dalam Rilis yang di terima RRI, Senin (03/01/22).

Pada Desember 2021, dari 11 kelompok pengeluaran 5 kelompok memberikan andil Inflasi Masing-masing Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 0,47 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,02 persen, Kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,01 persen, Kelompok Transportasi sebesar 0,07 persen, dan Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya sebesar 0,03 persen. serta 6 Kelompok lain tidak memberikan andil. Masing-masing Kelompok Pakaian dan Alas Kaki, Kelompok Kesehatan, Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan, Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya, Kelompok Pendidikan, dan Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran.

“Dari 90 Kota di Indonesia yang dipantau harganya pada Desember 2021, 88 kota mengalami Inflasi dan 2 Kota mengalami Deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 1,91 persen. Inflasi terendah terjadi di kota Pekanbaru sebesar 0,07 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Dumai sebesar 0,13 persen. dan Deflasi terendah terjadi di kota Bukittinggi yakni 0,04 persen.”Tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar