Bulan Juli 2021 Kota Lhokseumawe Deflasi 0.07 persen

KBRN, Lhokseumawe; Berdasarkan Perkembangan harga berbagai Komoditas pada Bulan Juli 2021 di mana secara umum menunjukkan adanya penurunan, Maka Pada Bulan tersebut Kota Lhokseumawe terjadi Deflasi sebesar 0,07 persen. atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,18 pada Bulan Juni 2021 menjadi 107,11 pada Bulan Juli 2021. Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Lhokseumawe, Hamdani SE.

Menurutnya Beberapa Komoditas yang memiliki andil dominan terhadap Deflasi, antara lain Ikan Tongkol sebesar -0,29 persen, Daging Ayam Ras sebesar -0,24 persen, Minyak Goreng sebesar -0,04 persen, Ikan Bandeng sebesar -0,03 persen, Udang basah sebesar -0,03 persen, Bayam sebesar -0,02 persen, Pisang sebesar -0,02 persen, Ikan kembung sebesar -0,02 persen, Angkutan udara sebesar -0,02 persen, dan Emas perhiasan sebesar -0,02 persen.

“Sementara Komoditas yang memiliki andil Dominan terhadap Inflasi antara lain Cabai merah sebesar 0,17 persen, Ikan Tuna sebesar 0,16 persen, Bawang merah sebesar 0,05 persen, Kontrak rumah sebesar 0,04 persen, Udang asin sebesar 0,04 persen, Ikan rambe sebesar 0,03 persen, Cabai rawit sebesar 0,03 persen, Ikan biji nangka sebesar 0,03 persen, Kacang panjang sebesar 0,03 persen, dan Ikan dencis sebesar 0,02 persen.” Sebut Kepala BPS Lhokseuamwe, Selasa (03/08/21).

Pada Juli 2021, dari 11 kelompok pengeluaran, ada 3 (Tiga) Kelompok memberikan andil Deflasi, Masing-masing Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau sebesar 0,13 persen, Kelompok Transportasi sebesar 0,01 persen, dan Kelompok Perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,02 persen.5 (Lima) Kelompok memberikan andil Inflasi, yaitu Kelompok Pakaian dan Alas kaki sebesar 0,02 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04 persen, Kelompok Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,02 persen, Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,01 persen, dan Kelompok Pendidikan sebesar 0,01 persen. dan 3 (Tiga) Kelompok lain tidak memberikan andi. Masing-masing Kelompok Kesehatan, Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya, serta Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran.

Sementara dari 90 Kota di Indonesia yang dipantau harganya pada Juli 2021, 61 Kota mengalami Inflasi dan 29 Kota lainnya mengalami Deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sorong sebesar 1,51 persen. Inflasi terendah terjadi di Kota Sampit sebesar 0,01 persen. Sedangkan Deflasi tertinggi terjadi di kota Manokwari sebesar 0,60 persen dan Deflasi terendah terjadi di Kota Maumere dan Kota Samarinda masing-masing sebesar 0,01 persen.

“Untuk 24 Kota di Pulau Sumatera yang dipantau harganya pada Juli 2021, 13 Kota mengalami Inflasi dan 11 Kota lainnya mengalami Deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,62 persen. Inflasi terendah terjadi di kota Bandar Lampung sebesar 0,14 persen. Sementara Deflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,32 persen. Serta Deflasi terendah terjadi di Kota Pematang Siantar dan Kota Bukittinggi masing-masing sebesar 0,03 persen.”Tambahnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00