Tumpukan Sampah Belum Diurus, Pinggiran Jalan Jadi TPS Sementara

KBRN, Lhokseumawe: Tumpukan Sampah masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan di wilayah Kota Lhokseumawe maupun Kabupaten Aceh Utara sejak setahun terakhir ini.

Pantauan RRI, penumpukan sampah menjadi pemandangan sehari-hari di kawasan jalan Peutua Ibrahim, Gampong Teumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. Di kawasan ini, tumpukan sampah yang berasal dari buangan masyarakat serta buangan dari Pasar Inpres terpampang disepanjang pinggiran jalan menimbulkan bau menyengat.

Selain itu, sudah mengganggu arus kendaraan yang melintas. Sebab tumpukan sampah hingga menutupi sebagian badan jalan.Demikian juga yang terlihat di kawasan pinggir jalan lintas provinsi Banda Aceh - Medan tepatnya di depan pintu pagar PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara.

Warga yang melintas dapat menyaksikan tumpukan sampah disepanjang pinggiran jalan lintas provinsi tersebut dan menimbulkan bau tidak sedap.

Warga masyarakat pengguna jalan yang ditanyai RRI berulangkali sudah mengeluhkan permasalahan tumpukan sampah tersebut. Namun hingga tahun berganti, tumpukan sampah selalu tampak dikawasan tersebut.

Selama ini, kawasan jalan Peutua Ibrahim Kota Lhokseumawe serta di depan PT PIM Dewantara Aceh Utara sudah dijadikan sebagai Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) sebelum diangkut oleh truk sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sedangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Lhokseumawe beberapa kali dihubungi RRI, untuk mengkonfirmasi penanganan tumpukan sampah itu, belum menjawab HP.

Sementara Ketua LSM BYTRA, Rahmad yang kerap mengamati kawasan Hutan dan Lingkungan Hidup kepada RRI, Rabu (20/1/2021) menyampaikan, selain dikepung pandemi Covid-19, Lhokseumawe dan Aceh Utara juga dikepung tumpukan sampah.

"Ya, tidak terurus, kurang, pengelolaannya yang salah mungkin ya, kalau dari yang kami amati", ujar Rahmad.

Padahal lanjutnya ditahun 2020 lalu, Pemko Lhokseumawe menganggarkan dana sebesar Rp 489 juta untuk pengadaan Bin Container Sampah melalui Dinas Lingkungan Hidup setempat.

"Saya sudah lihat dan cek di sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) milik pemko di lpse.lhokseumawekota.go.id", imbuhnya.

Sebagian warga masyarakat di gampong atau desa masih membuang sampah secara mandiri tapi bukan pada tempat yang benar.

Ada yang membuang pada tong sampah didepan rumah masing-masing kemudian diangkut oleh truk sampah, namun masih banyak juga yang membuang secara mandiri ke lokasi yang disukainya atau tidak ke dalam tong sampah yang dapat diangkut oleh petugas kebersihan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00