Rumpon Rusak Imbas Seismic, Nelayan Aceh Timur Minta Ganti Rugi Dari PHE NSO

KBRN, Aceh Timur :  Belasan nelayan di Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, menuntut PT Pertamina Hulu Energi North Sumatera (PHE NSO), untuk menggantikan rugi atas hilangnya atau rusaknya sekitar 17 rumpon akibat imbas dari kegiatan  seismic cadangan migas di perairan Aceh Timur. yang dilakukan perusahaan tersebut pada  tahun 2019 lalu.

Tuntutan itu disampaikan Sekjen Panglima Laot Lhok Idi, H Husaini didampingi sejumlah nelayan saat pertemuan dengan pihak PT PHE NSO, di Kantor Dinas Perikanan  Aceh Timur, pada Senin sore (18/1/2021), Petermuan itu difasilitasi oleh Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma dan  Kadis Dinas Perikanan setempat Ir Syawaluddin.

Sekjen Panglima Laot Lhok Idi, H Husaini dalam pertemuan itu menyampaikan, akibat aktivitas seismic cadangan migas  yang dilakukan PT PHE-NSO pada tahun 2019 lalu, sehingga 17 rumpon milik 14  nelayan telah hilang dan rusak, sehingga para nelayan sangat dirugikan.

“Kami menuntut ganti rugi per rumpon Rp 30 juta, dan ini sudah ada kesepakatan pada tahun 2019 lalu,  sebelumnya nelayan menuntut Rp 60 juta per rumpon, maka kedepan kami harapkan jika ada proyek seismik di laut sebelum dikerjakan agar memanggil kami para nelayan untuk disosialisasikan," harapnya

Sementara Field  Manager PHE NSO, Dirasani Thaib didampingi Field Relations PHE NSO, Jailani Luttan berjanji akan mengganti rugi 17 rumpon milik nelayan yang rusak akibat seismic yang dilakukan pada tahun 2019 lalu,.

“Kita telah sepakat ganti rugi dibayar Rp 30 juta per rumpon yang rusak, hasil pertemuan ini akan kami teruskan ke kantor PT PHE NSO Pusat di Jakarta, dan paling lambat pembayaran bulan  Maret 2021 mendatang,”janjinya.

Field Relations PHE NSO, Jailani  menambahkan, sebelum survei seismik cadangan migas dilakukan, pihaknya sudah memanggil panglima laot, dan perwakilan nelayan untuk sosialisasi terkait rencana seismik dengan harapan dapat disampaikan kepada para nelayan lainnya.

"Namun tidak sesuai dengan harapan, kami tidak menyalahkan siapapun, ini menjadi pengalaman dan menjadi pelajaran bagi kami kedepan, intinya kita ingin mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah ini,"terangnya

Sementara Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma menyebutkan, kehadiran dirinya hanya sebagai penengah, supaya permasalah antara para nelayan dan PHE NSO dapat diselesaikan sehingga konflik ini tidak berlangsung lama.

“Ganti rugi yang dituntut para nelayan, saya tegaskan tidak intervensi, tuntutan itu sesuai dengan kesepakatan antara nelayan dengan PHE NSO sebelumnya, Saya harap PT PHE NSO untuk menepati janjinya terkait ganti rugi ini agar tidak terjadi konflik kembali,” tegas Haji Uma

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00