Aceh Utara Deklarasi Penyelamatan Generasi

KBRN, Lhoksukon : Muspika plus bersama seluruh komponen masyarakat Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara, mendeklarasikan keputusan bersama tentang penegakan Syariat Islam dan penyelamatkan generasi muda, Sabtu (24/10/2020).

Deklarasi yang tanda tangani oleh Muspika, Imam Besar Masjid, Imun Mukin, MPU, MAA, KUA dan Forum Keuchik Lhoksukon, berlangsung di Masjid Al-Ihsan Matang Ubi, Lhoksukon, turut disaksikanr wakil bupati, Fauzi Yusuf, ulama kharismatik Aceh, Tgk H Muhammad Ali, (Abu Paya Pasi),

Ketua Panitia Kegiatan Shaifuddin Fuady didampingi tim inisiator Mukhtaruddin mengatakan, seruan bersama ini demi terwujudnya penerapan syariat islam secara kaffah di Aceh dan menjaga serta menyelamatkan generasi muda kecamatan Lhoksukon dari pelanggaran syariat dan kerusakan moral .

“Harus kita akui masih banyak terjadi pelanggaran syariat, bukan hanya dari segi pakaian, namun yang lebih mencolok sekali adalah saat waktu salat orang tidak lagi peduli dengan panggilan adzan, terlebih saat magrib juga saat jumat  dan ini jauh dari tuntunan agama, baik dikota maupun di gampong.”terangnya.

Menurutnya, karena pelaksanaan syariat islam belum maksimal, maka lahirlah empat poin keputusan bersama, yaitu menghentikan semua kegiatan perkantoran, dan Jual-beli, baik pada Cafe, Warung, maupun rumah makan, minimal 10 menit, sebelum azan berkumandang, khususnya shalat Maghrib dan Jumat.

“Kemudian semua orangtua/wali wajib menyantrikan generasi muda usia belajar 18 tahun kebawah, diluar jam belajar sekolah dengan mengantarkan anak-anaknya ke dayah atau balai pengajian, selanjutnya semua komponen masyarakat untuk dapat melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan keputusan bersama ini dan bagi yang melanggar akan diberikan sanksi oleh pihak berwenang. ”terangnya.

DIsebutkan, untuk terlaksananya program ini, pemerintah gampong untuk menyusun Qanun desa sebagai pelaksana keputusan bersama ini dan membentuk satuan tugas (Satgas) ‘Page Gampong’ sebagai pengontrol dan ini sesuai dengan amaran Qanun Aceh Utara nomor 14 tahun 2009.

“Program ini akan di sosialisasi kepada masyarakat, dan pemasangan baliho maupun spanduk setiap gampong  dan meminta kepada pengurus masjid di Lhoksukon untuk membacakan poin keputusan bersama ini setiap hari jumat secara terus menerus begitu juga khatib untuk menyampaikan tema tentang penegakan syariat Islam dan penyelamatan generasi,’pintanya.

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf atau Sidom Peng menyebutkan, agar program ini berjalan setiap gampong harus memiliki Qanun desa tentang reusam, adat, dan syariat Islam dan qanun desa itu harus merujuk pada  qanun Aceh Utara nomor 14 tahun 2009.

“Kami juga meminta kepada seluruh keuchik untuk membentuk Satgas ‘Pageu Gampong’  dan honor pengurus dapat dianggarkan  melalui Dana Desa, dan saat  ada enam  desa  di Kecamatan Muara Batu,yang sudah membentuk Satgas ‘Pageu Gampong’ beserta Qanun,”terangnya.

Sementara ketua Forum Keuchik Lhoksukon, Irwandi menambahkan, sebanyak 75 Keuchik dalam kecamatan Lhoksukon, tetap mendukung keputusan bersama muspika plus dan komponen masyarakat, apalagi demi menyelamat anak bangsa .

“Kami (Keuchik) sudah sepakat tahun 2021, menganggarkan dana dana untuk membuat qanun dan pembentukkan satgas ‘Pageu Gampong” agar pelaksanaan program ini berjalan sesuai harapan, jika kami juga akan studi banding kecamatan Muara Batu, “pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00