Mantan Panglima GAM Se-Aceh Bahas Kendala MoU Helsinki

KBRN, Aceh Utara : Ratusan anggota Komite Muallimin Aceh Sumatera bersama mantan Panglima GAM seluruh Aceh dan eks GAM Tripoli, mengadakan silaturrahmi dengan Ketua Komite Muallimin Aceh, di Kantor Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pase, Gampong Mancang Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Minggu (18/10/ 2020).

Pertemuan silaturrahmi itu dipimpin langsung oleh Ketua Komite Muallimin Aceh (KMA), Tgk. Zulkarnaini Bin Hamzah akrab disapaTgk. Ni.

Pertemuan tersebut dalam rangka membahas tentang poin-poin MoU Helsinki, yang telah ditelantarkan oleh pemerintah pusat (RI) dan hingga kini sudah memakan waktu selama 15 tahun (dalam perdamaian Aceh).

Ketua Komite Muallimin Aceh (KMA), Tgk. Zulkarnaini, kepada sejumlah wartawan menyebutkan, tujuan  pertemuan dan silarurahmi tersebutuntuk menginput suara-suara tentara (eks) GAM seluruh Aceh,  yang mereka pendam selama ini,  diantaranya tentang poin-poin atau butir-butir MoU Helsinki, yang belum realisasi.

"Sudah 15 tahun pemerintah pusat (Jakarta) tidak menyelesaikan butir-butir MoU Helsinki, kita masyarakat Aceh merasa sudah ditipu lagi oleh pusat kesekian kalinya, maka kita kami GAM (eks kombatan) dan semua lapisan yang ada di Aceh untuk menginput keluhan itu di lapangan, tidak hanya perkara bendera bulan bintang, tapi seluruh dari poin tersebut," terang Tgk Zulkarnaini.

Menurutnya, eks GAM semua tidak menerima diperlakukan penipuan terhadap masyarakat Aceh semacam ini dilakukan pemerintah pusat. pihaknya sudah cukup lama bersabar dalam menunggu realisasi poin-poin MoU tersebut. Artinya, kalau mengenai kesabaran sudah melewati batas. 

"Kami tetap melakukan tindakan diplomasi. Artinya, kita melakukan secara diplomat karena kita suku bangsa Aceh merupakan suku yang beradab, tentu tetap kita lakukan secara beradab. Tapi kalau itu juga tidak ampuh, maka itu rahasia kami," pingkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00