Tiga Rumah di Aceh Utara Terancam Amblas Ke Sungai

KBRN, Aceh Utara :  Tiga unit rumah rumah warga Gampong Blang Gunci, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, terancam amblas  ke sungai (Krueng) Keureutoe di Kawasan  Gampong setempat, akibat tergerus air sungai tersebut, Namun Pemerintah terkesan tutup mata, belum ada penangganan terhadap keluhan masyarakat tentang perbaikan tanggul sungai itu.

Ketiga rumah yang nyaris amblas ke sungai itu masing-masing milik A Rasyid (62), Hadijah (58), dan Wardiah (58),  Bahkan mereka terpaksa harus ditidur di teras rumah masing-masing pada saat hujan menguyur kawasan tersebut.

Kepala Urusan (Kaur) Pemerintahan Gampong Blang Gunci, Lukman Hakim kepada RRI menjelaskan, kondisi longsor sudah terjadi beberapa tahun terakhir, Namun yang terparah sepekan lalu tepatnya pada 29 Juli 2020 lalu.

“Dapur rumah milik  Khadijah  dan Wardiah  yang berstatus janda  temasuk dapur rumah A Rasyid sudah ambruk ke sungai, dan menjadi ancaman kepada mereka saat hujan, bahkan saat hujan deras  mereka tidak berani tidur di dalam rumah, terpaksa tidur diluar rumah, yang kita sayangkan meraka tidak mendapatkan bantuan apa-apa,”jelas Lukman. Sabtu (8/8/2020)..

Disebutkan, terkait kondisi rumah warga terancam amblas kesungai, pihaknya sudah beberapa kali mengusulkan saat Musrembang Kecamatan termasuk melaporkan kondisi ini pihak eksekutif maupun legislatif, untuk pemasangan beronjong sepanjang 250 meter di kawasan DAS itu. Namun hingga saat ini belum tereisasikan.

“Jika tidak segera dilakukan penangganan dalam waktu dekat, belasan rumah yang berada di  Daerah Aliran Sungai (DAS) Keureutoe, sedangkan beberapa hari lalu kepala pelaksana BPBD Aceh Utara  Amir Hamzah sudah meninjau langsung ke lokasi, Namun belum ada tanda-tanda untuk diperbaiki,”terang Lukman.

Sementara Maulidi Rahmi  anak Khadijah mengharapkan kepada pemerintah Aceh Utara, untuk segera melakukan penangganan dengan upaya melakukan penimbunan serta pemasangan bronjong, jika tidak kami yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Keureutoe, terancam kehilangan tempat tinggal  termasuk jalan utama akan ikut terkikis .

“Akibatnya dapur rumah kami sudah ambruk ke sungai satu hari menjelang Meugang Idul Adha 1441 Hijriah, selain saya bersama adik dan ibun saat hujan terpaksa harus tidur di tenda yang sudah didirikan warga didepan rumahnya, untuk mengatisipasi akan terjadi abrasi itu kembali,”katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00