Cegah COVID-19 di Penjara, 52 Narapidana Lapas Kelas IIB Lhoksukon Menerima Asimilasi

KBRN, Lhoksukon: Sebanyak 52 narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon  Aceh Utara, dibebaskan setelah mendapatkan asimilasi di rumah dan hak integrasi dalam rangka pencegahan serta penanggulangan penyebaran COVID-19 di penjara, Kamis (2/4/2020). 

Dalam Pemberian surat putusan pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak melalui asimilasi turut hadir Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon Yusnaidi, Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara Pipuk Firman Priyadi, Kepala Balai Pemasyarakatan  (Bapas) Abu Hanafiah.

Kepala Lapas Kelas IIB Lhoksukon Yusnaidi kepada RRI mengatakan, puluhan narapidan yang mendapatkan asimilasi dan hak integrasi sosial ini  telah memenuhi kriteria sesuai dengan Peraturan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) nomor 10 tahun 2020.

“Mereka sudah menjalani masa pidana 2 per 3 masa pidananya jatuh sampai dengan tanggal 31 Desember 2020, mereka  bukan pembebasan masa tahanan, Namun mereka menjalani masa hukumannya di luar Lapas atau dirumahkan .”terangnya, Kamis (2/4/2020).

Disebutkan, Sebanyak 52 narapidana laki-laki yang dirumahkan adalah pelaku kejahatan umum, seperti  narkotika,pengelepan, penganiayaan dan perlindungan anak paling tinggi hukumannya itu 7 tahun dan paling rendah 1 tahun,  mereka terus diawasi dan dilarang bebas keliaran serta melanggar hukum, tidak mematuhi akan dicabut asimilasi.

“Sebelumnya narapidana dan tahanan mencapai 373 orang, Namun setelah 52 orang bebas setelah mendapatkan asimilasi dirumah, sisa saat ini 321 orang. Musibah wabah virus Corona ini membawa hikmah kepada narapidana, mereka yang bebas bisa hirup udara segar serta bisa berkumpul dengan keluarga,"katanya.

Sementara kepala Kejaksaaan Negeri Aceh Utara Pipuk Firman Priyadi, menambahkan narapidana yang mendapatkan asimilasi atau dirumahkan harus mematuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku, jika melanggar hukum semua haknya akan dicabut.

“Asimilasi ini berbeda dengan pembebasan bersyarat maupun cuti bersyarat. Ada tim Balai Pemasyarakatan (Bapas) yang bakal memantau para napi tersebut, pembebasan ini guna meminimalisir dampak penyebaran COVID19 terhadap narapidana dipenjara,”pungkasnya. (FUL).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00