Polres Aceh Utara Bersama Baitul Mal Bedah Rumah Warga Miskin

Personel Polsek Tanah Luas membantu pembongkaran rumah untuk dibangun yang baru (ful)

KBRN, Aceh Utara : Polres Aceh Utara bekerjasama dengan Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara, melakukan kegiatan bakti sosial berupa pembangunan 10 unit rumah tinggal layak huni (RTLH)  yang tersebar di tujuh kecamatan dalam wilayah hukum polres setempat.

Peletakan batu pertama pembangunan rumah tanggap darurat (rumah Insidental) milik M Umar (35) warga miskin asal Gampong Bayi Kecamatan Tanah luas, Jumat (1/7/2022). turut hadir Wakil Kapolsek Tanah Luas, Aiptu Zulkifli, bersama sejumlah personel, Keuchik Desa setempat, Baihadi, Kepala dan wakil pelaksana Pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni, Sayed Zulfikar dan Musliadi.

Kapolres Aceh Utara AKBP Riza Faisal melalui Kapolsek Tanah Luas Ipda Hendra Jamiswar, menyebutkan kegiatan bakti sosial bedah rumah ini dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-76. dilakukan sebagai wujud kepedulian dan perhatian Kepolisian khususnya kepada warga tidak mampu atau masyarakat rumahnya tidak layak huni lagi.

"Program bedah rumah ini bekerjasama dengan Baitul Mal Aceh Utara, saat proses pembangunan rumah tersebut, selain melakukan pengawasa, kita juga menurunkan sejumlah personel untuk membantu pembangunan rumah, sehingga rumah ini selesai tepat waktu,”kata Kapolsek, Jumat (1/7/2022).

Kepala Baitul Mal Aceh Utara Tengku Yusradi Ismail melalui Kepala Sekretariat Zulfikar, menyebutkan di program rumah Insidentil (rumah tanggap darurat) sudah ada kesepakatan kerjasama dengan pihak Polres Aceh Utara pada akhir bulan Mei 2022 lalu,

“Ada 10 unit rumah yang bekerjasama dengan Polres Aceh Utara, yaitu di Kecamatan Syamtalira Aron, Tanah Luas, Matangkuli, Cot Girek dan langkahan masing-masing satu unit, sedangkan kecamatan Baktiya dua unit dan Lhoksukon sebanyak 3 Unit,”kata Zulfikar

Zulfikar menambahkan, sebelum dilakukan pembangunan rumah kepada penerima, pihaknya sudah melakukan survey lapangan, semua layak mendapatkan rumah tersebut atau sesuai kriteria, sedangkan anggaran untuk per unit rumah semi permanen ukuran 3x6 meter persegi mencapai Rp 35 juta.

“Pengerjaan rumah ini, dilakukan secara swakelola, kami berharap dengan adanya program Bakti Sosial berupa Bedah Rumah, dapat membantu masyarakat miskin atau warga yang rumahnya tidak layak huni lagi,”harapnya,

Sementara salah satu penerima rumah tinggal layak huni (RTLH), M Umar, merasa terharu menerima rumah bantuan tersebut, karena sudah 5 tahun tinggal di gubuk reot bersama istri dan dua anak-anaknya.

“Saya sangat berterima kasih kepada Polres Aceh Utara dan Baitul Mal Aceh Utara, yang telah memberikan rumah tinggal layak huni ini, karena kami sudah lama menanti-nantikan rumah layak huni,"pungkasnya.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar