2 Bocah Bocor Jantung Asal Lhokseumawe Jalani Perobatan di Jakarta

Haji Uma Menjenguk dua Bocah Bocor Jantung yang Berobat rumah sakit di Jakarta

KBRN, Aceh Utara : Dua bocah penderita bocor jantung asal  Kota Lhokseumawe, saat ini sedang menjalani perawatan dan pengobatan di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, Semua biaya pedamping dan rumah singah selama di Jakarta ditanggung oleh anggota DPD RI asal Aceh H. Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma.

Kedua bocah penderita bocor jantung tersebut yaitu Muhammad Syarif Alma Turidi (3,5) asal Kampung Jawa Baru dan Fitri Juliana (8) asal Ujong Blang Keduanya berasal dari keluarga kurang mampu yang sebelumnya sudah mengurungkan niatnya untuk melanjutkan pengobatan ke Jakarta karena terkendala biaya hidup dan tempat tinggal disana walaupun untuk biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehataan .

H Sudirman (Haji Uma) kepada RRI menyebutkan kedua pasien bocor jantung ini sudah difasilitasinya sejak dua pekan lalu berada di Jakarta, menurut pengakuan Marlina ibu kandung Muhammad Syarif, mengatahui anaknya mengalami bocor jantung sejak usia 6 bulan, namun tidak ada biaya untuk melanjutkan pengobatan.

"Ibu pasien ini, hanya seorang diri membesarnya, karena ayah Muhammad Syarif telah meninggalkan mereka (pisah) sejak umur 9 bulan, setelah mengetahui anaknya mengalami bocor jantung dan tidak mau mengobatinya, sehingga merasa prihatin terhadap kondisi keluarga bocah ini"kata Haji Uma, Jumat (24/6/2022).

Menurutnya Haji Uma, ibunya Muhammad Syarif memberanikan diri untuk merujuk anaknya ke Jakarta setelah mendapat kepastian dari Muhammad Daud, Staf Ahlinya di Aceh, dan dirinya akan membantu fasilitasi rumah singgah sampai selesai pengobatan 

"Sementara Fitri Juliana anak dari pasangan Abdullah (40) dan Nurhasnida (38) juga mengalami nasib yang tidak jauh berbeda dengan Muhammad Syarif, Kondisi keluarga sangat memperihatinkan, karena ayah dari bocah itu menderita penyakit kelumpuhan kaki sehingga tidak mampu lagi bekerja seperti sebelumnya sebagai buruh bangunan, sehingga istrinya menjadi tulang punggung keluarga, sedangkan Abdullah dan Nurhasnida mulai mengobati anaknya sejak tahun 2016 lalu, beberapa kali sempat batal surat rujukan operasi karena kendala biaya hidup selama berobat di Jakarta,"jelas Haji Uma.

Sementara kedua ibu bocah yang mendapat fasilitasi selama pengobatan anaknya di Jakarta, Nurhasnida dan Marlina mengucapkan terimakasih kepada Haji Uma yang dan stafnya yang telah membantu anaknya selama pengobatan di Jakarta, "Atas bantuan kepada kami, kami ucapkan terimakasih, tentunya hanya Allah yang dapat membalas semua bantuan Tengku Haji kepada kami” ucap ibu .

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar