LSM GerTaK Ultimatum PT. PGE, Segera Kerja Jalan Yang Sudah Dijanjikan

KBRN, Lhokseumawe : LSM Gerakan Transparansi dan Keadilan (GerTaK) mengultimatum  PT. Pema Global Energi (PGE) agar profesional dalam menjalankan kegiatan usahanya di Kabupaten Aceh Utara, demikian disampaikan Muslem Hamidi (Koordinator LSM GerTaK) kepada RRI Jum’at (28/01/22).

Ia mengakui bahwa telah menerima informasi terkait dengan proses pengadaan perbaikan jalan klaster IV yang sedang direncanakan untuk di bangun sejak tahun 2021 lalu.

“Namun hingga saat ini kilta lihat belum dilakukan bahkan informasi kita peroleh jalan tersebut akan di batalkan atau di tunda pengerjaanya”, ujarnya.

“Kita mempertanyakan alasan yang tidak jelas mengapa jalan tersebut belum juga diperbaiki padahal anggaran nya sudah ada dan proses pengadaan nya juga sudah dilakukan tinggal di kerjakan”, tambahnya.

Pihaknya meminta agar PT. PGE memiliki komitmen soal perbaikan jalan tersebut karena merupakan harapan masyarakat bahkan sebelumnya warga juga sudah melakukan aksi Demontrasi untuk menuntut jalan tersebut segera di bangun.

Sebelumnya Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara juga sudah meminta agar jalan tersebut segera dibangun dan proses pengadaan yang sedang berlangsung segera ditetapkan saja rekanan untuk dapat segera dikerjakan.

Sehingga apa lagi alasan pihak PT. PGE untuk tidak melakukan perbaikan jalan atau menundanya.

“Kita menduga ada sesuatu yang sedang dirahasikan dan dapat merugikan publik. Jangan terkesan seperti ada kepentingan kelompok yang sangat besar sehingga dapat merugikan kepentingan masyarakat”, ungkap Muslem.

Oleh karenanya dirinya mengultimatum PT. PGE untuk segera bersikap dan berpihak pada kepentingan masyarakat, jadilah perusahaan yang dicintai oleh masyarakat terutama warga desa binaan perusahaan.

 Lakukan seperti yang sudah diminta oleh masyarakat dan Pemerintah daerah melalui perwakilan nya di komisi III DPRK untuk segera menetapkan pemenang rekanan secara Professional dan segera bekerja untuk perbaikan jalan yang diminta.

“Jangan lukai perasaan masyarakat karena bertindak tidak sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat dan seakan menghina nya dengan memberi harapan palsu. Karena yang dihina tidak hanya masyarakat tetapi juga perwakilan nya di komisi III DPRK Aceh Utara yang sudah sejak awal bersuara”, harapnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar