Salamina Resmikan Pustaka KUA Lhoksukon

KBRN,Aceh Utara : Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara H Salamina MA meresmikan Pustaka Mini Jendela Ilmu KUA Lhoksukon dan mengawali Infaq Yaumiyah.

Kegiatan yang di prakarsai oleh kepala KUA Kecamatan Lhoksukon Shaifuddin Fuady, dihadiri Kasubbag TU Para Kepala seksi dan perwakilan  para KUA serta Camat Lhoksukon, Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon Aceh Utara.

Kepala kantor Kementerian Agama Aceh Utara H Salamina MA, Jumat (28/1/2022), menyatakan, Kementerian Agama berdiri atas dasar perwujudan sifat tulus dari para pejuang/tokoh agama masa lalu. 

“Namun dalam perkembangannya, implementasi Ikhlas Beramal mengalami degradasi, bahkan hanya sekedar simbol atau selogan yang dianggap biasa tanpa arti dan makna. Oleh karenanya untuk mengembalikan dan memaknai simbol dimaksud, perlu adanya tindakan nyata kendatipun hanya dengan Rp1.000 (seribu rupiah) per hari”, ujarnya.

Program ini, lanjut Salamina di Kantor Kemenag Aceh Utara sudah berjalan. "Di Kantor , infak sudah terkumpul 100 sak  semen dan kita telah menyalurkan untuk pembangunan Masjid Al-Kautsar Gampong Alue Mudem," jelas Salamina.

Meski ditetapkan Rp1.000, setiap ASN boleh berinfak melebihi jumlah tersebut sebagai bagian dari ibadah.

"Infak adalah ibadah sunnah yang tidak ditetapkan besarnya, yang penting ikhlas sehingga mendapatkan pahala dari Allah. Tujuan kita menetapkan seribu rupiah hanya untuk memotivasi agar ASN gemar berinfak walaupun nominal terkecil," terang Kakankemenag.

Progam ini diharapkan dapat bermanfaat bagi umat Islam secara umum dan khususnya internal Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah beserta jajaran.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Lhoksukon Shaifuddin Fuady MA berharap semoga Perpustakaan Mini Jendela Ilmu ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan minat baca, paling tidak kepada semua staf KUA dan Penyuluh Non PNS, serta seluruh masyarakat yang berkunjung ke KUA Lhoksukon. 

"Minimal kami dapat meluangkan waktu setengah jam setiap hari untuk membaca buku, di samping juga baca Alquran", tutur Shaifuddin.

Begitu juga dengan Infaq Yaumiyah, ada kotak yang disediakan, berharap menjadi orang yang menginfaq minimal 1.000 per hari.

 "Yang menjadi target bukan hanya terkumpulnya infaq, tetapi minimal  membuat kita terbiasa berinfaq setiap hari, karena berat untuk membiasakan diri berinfaq," sebutnya.

Acara diakhiri dengan menikmati khanduri maulid bersama.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar