Wali Nanggroe Tutup Muzakarah Ulama, Tim Rumuskan 10 Rekomendasi

KBRN, Lhokseumawe: Muzakarah Ulama se-Aceh di Aula Syeikh Syamsuddin As-Sumaterani Islamic Center Kota Lhokseumawe, Minggu (23/01/2022) sore resmi ditutup oleh Wali Nanggroe Malik Mahmud Al-Haytar.

Hadir juga pada acara penutupan Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya, Wakil Walikota Yusuf Muhammad, Sekda T. Adnan, dan para Kepala Dinas serta tamu undangan lainnya.

Muzakarah Ulama yang bertujuan untuk meningkatkan kehidupan bersyari'ah secara kaffah dalam bingkai Ahlussunnah Waljama'ah yang dilaksanakan oleh Yayasan Assaudiyah Al-Waliyyah Al-Khalidiyah Lhokseumawe itu telah menghasilkan sebanyak 10 butir rekomendasi masing-masing sebagai berikut:

1. Tauhid Uluhiyah, Rububiyah dan Asma' Wa Sifat harus sesuai dengan prinsip keesaan Allah dan tidak bisa dipisahkan, bila dipisahkan dapat menimbulkan pemahaman dan keyakinan yang salah. Tauhid harus bersih dari Hulul (satu namun bersusun) dan Ijtihad (banyak unsur tampak satu). Tauhid tidak boleh mengandung Wahm, Dzan, dan  Syak, harus Qath’ie Ma’rifat tidak boleh ada Khilaf. Ahlussunnah Waljama’ah tidak menggunakan istilah Uluhiyah, Rububiyah dan Asma' Wa Sifat.

2. Umrah sebelum Haji sah, namun tidak boleh untuk orang yang mempunyai biaya hanya untuk sekali pergi ke Mekkah yang apabila melaksanakan Umrah tidak ada biaya lagi untuk berhaji. Bagi orang yang mempunyai harta dan sanggup untuk Haji setelah Umrah atau sudah mendaftar Haji, boleh melaksanakan Umrah sebelum berangkat Haji karena Umrah itu tidak menghambat pelaksanaan Haji.

3. Modernisasi Agama adalah menggunakan dalil-dalil agama untuk menjawab tantangan zaman dengan menggunakan peralatan dan teknologi yang canggih, Islam menerima perubahan berdasarkan Al-Quran dan Hadits, bukan merubah Al-Qur,an dan Hadits. Pemikiran ulama terdahulu sudah menjawab sebagian permasalahan umat saat ini. Keberkahan adalah salah satu nilai yang penting yang didapat melalui kitab-kitab klasik (turas).

4. Hukum zikir secara jahar adalah sunnah, Zikir sir lebih baik untuk menghindari riya, zikir secara jahar baik, selama tidak mengandung riya, zikir jahar juga dapat menghindari godaan syaitan dan menghidupkan hati.

5. Haul kematian tidak bisa disamakan dengan praktik dalam Agama lain, haul kematian ada dalilnya karena Rasulullah Shallahu ‘alaihi wasallam menziarahi makam uhud setiap tahunnya. Tawasul/Wasilah dibenarkan secara hukum sepanjang untuk kebaikan, sesuai dengan tuntunan syariat.

6. Menunda pembagian warisan kepada ahli waris dan menunda regulasi yang berkaitan dengan hak tirkah (hutang, wasiat) termasuk menunda pembagian warisan, memberikan efek terhadap pewaris dan ahli waris serta orang lain yang berkaitan dengan harta peninggalan si mayat.

7. Wakaf sudah dilaksanakan di awal-awal Islam, dilanjutkan oleh para Sahabat dan dikembangkan oleh generasi setelahnya. Wakaf tunai dibolehkan dengan mekanisme dan tata cara yang sudah diatur dalam Fiqh Waqaf.

8. Suluk adalah salah satu metode ibadah mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, suluk biasanya ada paket 10 hari 10 malam, 20, 30 , bahkan ada yang 40 hari 40 malam, tempat beramal suluk yaitu di dayah/ pesantren yang disediakan oleh Mursyid.

9. Agama Islam adalah agama yang sempurna yang dirancang oleh Allah sebagai pedoman bagi umat manusia dalam beribadah dan bermuamalah, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, teknologi dan pola pikir manusia, maka kajian-kajian keagamaan yang termasuk didalamanya Fiqh Muamalah harus terus digalakkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penerapan dan pelaksanaan aturan mengenai fiqih muamalah agar sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

10. Silaturrahmi dan Muzakarah Ulama perlu dilakukan minimal 1 (satu) tahun sekali.

Demikian yang telah dirumuskan oleh tim perumus Rekomendasi Muzakarah Ulama se-Aceh, Islamic Centre Lhokseumawe, 22-23 Januari 2022.

Ketua dan Sekretaris Tim, Dr. Ir. Tgk. H. Anwar Ali, S.T., M.T., M.Ag., IPU., AER dan Tgk. H. Umar Rafsanjani, Lc., M.A.

Anggota tim, Drs. Tgk. H. Abi M. Daud Hasbi, M.Ag, Drs. Tgk. H. Asnawi Abdullah, M.A, Tgk. H. Abi Jamaluddin Rasyid, Drs. Waled H. Harmen Nuriqman, Tgk. H. Abdul Halim, Lc., LL.M, Tgk. Safriadi Aron, dan Tgk. Munir Karim.                    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar