Angka Kemiskinan di Kota Lhokseumawe Capai 23 Jiwa Lebih di 2021

Kepala BPS Lhokseumawe, Hamdani

KBRN, Lhokseumawe: Badan Pusat Statistik (BPS) Lhokseumawe menghimpun angka kemiskinan di daerah tersebut meningkat sejak pandemi Virus Disease (Covid-19) melanda daerah setempat.

Kepala BPS Lhokseumawe, Hamdani saat dikonfirmasi menyebutkan, angka kemiskinan di Kota Lhokseumawe terhitung dari awal Januari hingga Desember 2021 mencapai  23.380 jiwa.

“Angka meningkat 11.16 persen di tahun 2021 dibandingkan dengan 2020 kemiskinan di Lhokseumawe hanya 10.08 persen saja,” katanya, Minggu (23/1/2022).

Hamdani menyebutkan, bukan hanya di Kota Lhokseumawe, peningkatan angka kemiskinan sejak Pandemi Covid-19 juga terjadi di daerah lain, disebabkan suasana mencekam dikalangan masyarakat.

“Ekonomi dikalangan masyarakat kurang berkembang, karena tempat usaha memiliki keterbatasan jam kerja saat itu,” ujaranya.

Akibatnya, sambung Hamdani, berdampak pada kemampuan masyarakat untuk mengkonsumsi fisik minimum juga akan menurun. Maka terjadilah peningkatan angka kemiskinan tersebut.

“Katagori miskin versi BPS, apabila seseorang yang belum mampu memenuhi kebutuhan fisik minimum. Yaitu konsumsi kalori sebanyak 4.100 kilogram dari berbagai komoditi,” tuturnya.

Garis kemiskinan Kota Lhokseumawe saat ini iposisi Rp427.045, dibandingkan 2020 lebih rendah yakni Rp401.158. Menurutnya, semakin rendah garis kemiskinan, semakin kecil jumlahnya.

“Lhokseumawe berada diposisi ke tiga rendahnya angka kemiskinan, setelah Banda Aceh dan Kota Langsa,” cetusnya.

Tambah Hamdani, perputaran ekonomi di Kota Lhokseumawe, tidak terjadi perubahan yang ekstrim. Bahkan, menurutnya masi sangat stabil. Terkecuali di tahun 2021 karena pengaruh pucaknya penyebaran Covid-19.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar