Dikunjungi Komisi V DPR-RI, Warga Seunuddon Keluhkan Terbengkalai Bangunan Jeti Laga Batang

KBRN, Aceh Utara: Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat-Republik Indonesia (DPR-RI), H Ruslan M Daud, berkunjung ke Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

Berbagai keluhan masyarakat didengar, diantaranya meminta penyelesaian pembangunan Jeti Laga Batang hingga fungsional yang kini terhenti dan terbengkalai sejak lima tahun terakhir.

Mantan Bupati Kabupaten Bireun Periode 2012-2017, mengatakan, selain pembangunan tersebut, masyarakat juga mengadu, dan meminta bantuan untuk menormalisasi sungai sepanjang 14 kilometer, yang berada di Gampong Ulee Titi.

“Masyarakat menyebutkan sungai itu sudah puluhan tahun tidak berfungsi, hingga menghambat suplai air ke areal persawahan, dan berdampak pada menurunnya produksi padi masyarakat setempat,” katanya,

HRD menambahkan, kepadanya masyarakat juga meminta agar memperjuangkan anggaran untuk pembangunan 1,4 km batu penahan ombak di Gampong Lhok Puuk, yang telah mengalami abrasi hingga mengancam rumah-rumah penduduk.

“Jaat singgah di Jembatan Gampong Ulee Titi. Saya melihat langsung sungai tidak dapat dialiri air sama sekali akibat ditumbuhi semak belukar, pohon rumbia, nipah dan berbagai jenis tumbuhan lainnya. Akibantnya, sungai tersebut dangkal,” tuturnya.

Meskipun persoalan itu bukan Tupoksinya, HRD menyebutkan  untuk membersihkan serta pengerukan memerlukan kebijakan Pemerintah Daerah. Dan tetap perjaungkan.

Kabid Pengairan dari Dinas PUPR Aceh Utara, Jaffar kepada HRD menyebutkan, bahwa Jeti Laga Batang telah dikerjakan dalam tiga tahun anggaran. Namun sejak tahun 2017 hingga 2022 pembangunannya tidak dilanjutkan lagi akibat tidak tersedia anggaran.

Agar Jeti Laga batang tersebut fungsional, maka pembangunan masih harus dilanjutkan sepanjang 320 meter lagi dengan taksiran anggaran mencapai Rp10 miliar. Jeti Laga Batang dibangun untuk mengalurkan air ke laut jika terjadi banjir. Kemudian, sebagai jalur keluar masuk transportasi nelayan.

“Untuk Jeti ini bukan Tupoksi kami tetapi tetap kita perjuangkan melalui teman-teman di Komisi IV DPR RI apabila di tingkat I dan II tidak mampu menyelesaikan masalah ini,” ujarnya, didampingi Kabid Pengairan dari Dinas PUPR Aceh Utara, Jaffar.

Kepada HRD dan masyarakat, Jaffar menjelaskan, untuk melanjutkan pembangunan Jeti Laga Batang, pihaknya dari Kabupaten Aceh Utara akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Aceh. Dan Jeti Laga batang ini merupakan program Pemerintah Aceh.

“Jika memang nanti harus diperjuangkan ke tingkat pusat, maka kami  berharap kerjasama dengan HRD untuk memperjuangkan hal tersebut,” ungkapnya.

HRD menyebutkan, untuk bangunan penahan ombak pada tahun 2023 sudah dikerjakan untuk pemasangan batu penahan. Selanjutnya, untuk permintaan rehab rumah juga tupoksi pihaknya. Khusus bedah rumah akan dibantu dalam jumlah sebanyak mungkin.

Selain itu, kendati normalisasi sungai bukan Tupoksinya, pihaknya tetap melaksanakan pengerukan dan pembersihan sungai di Gampong Ulee Titi dan sekitarnya dengan panjang 14 Km. Dan saat ini, telah menurunkan alat berat ke sungai tersebut.

“Ini merupakan inisiatif kami dan untuk tahap awal kita sewa alat berat selama tiga minggu. Jika ditanya berapa panjang yang akan dikerjakan itu tergantung pekerjaan selama tiga minggu tersebut. Untuk kelanjutannya kita lihat lagi nanti,” sebutnya.

Camat Seunuddon, Muslim Araly mengucapkan terimakasih atas berbagai program yang telah dijalankan di kecamatan tersebut. Mudah-mudahan melalui perjuangan HRD di tingkat pusat, semua aspirasi masyarakat Seunuddon dapat dilaksanakan ke depan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar