Pemkab Aceh Utara Fokus Lakukan Pengembangan Wisata Religi Samudera Pasai

Wakil Bupati Aceh Utara Fauzi Yusuf, kunjungan ke Museum Islam Samudra Pasai

KBRN, Aceh Utara : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara, akan terus melakukan pengembangan Museum Islam Samudra Pasai yang berada di Gampong Beuringen Kecamatan Samudera, demi menggenjot minat kunjung ke lokasi wisata religi ini.

Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, disela-sela kunjungan ke Museum Islam Samudra Pasai mengatakan, Pemerintah Aceh Utara akan terus melakukan pembenahan khususnya fasilitas pendukung, karena museum Islam Samudra Pasai dibangun untuk memamerkan hasil koleksi benda-benda bersejarah peradaban Islam pada masa Kerajaan Samudra Pasai.

“Kedepan kita harapkan sejarah peradaban Islam Samudera Pasai bisa  masuk ke dalam kurikulum SD dan SMP. Sehingga para generasi penerus bisa mengetahui sejarah yang sudah mendunia, “kata Fauzi Yusuf, Selasa (07/12/2021) .

Wakil Bupati  menyebutkan, sejauh ini koleksi benda bersejarah Kerajaan Islam Samudera Pasai ada sekitar 1000 koleksi, diantaranya mata uang masa Kerajaan Samudra Pasai, perhiasan, peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, senjata tradisional, buku-buku dan kitab karangan ulama abad pertengahan.

“Kita meminta kepada masyarakat, Jika memiliki maupun menyimpan benda peninggalan sejarah yang disimpan dirumah, untuk diserahkan ke Museum, karena akan diberikan penghargaan (Reward) kepada yang bersangkutan, “pintanya.

Sementara Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin menambahkan nama museum ini diambil dari nama  kerajaan islam pertama di nusantara, telah meminta kepada seluruh kepala sekolah dan Duta wisata akan terus melakukan promosi cagar budaya melalui event-event baik tingkat nasional maupun internasional.

“Sebagai langkah supaya lebih dikenal masyarakat, kita telah sudah membuat berbagai program, salah satunya Belajar Lapangan, yang dipusatkan di museum, sehingga para pelajar mengetahui sejarah kejayaan kerajaan islam Samudera Pasai, sehingga dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan adat istiadat warisan indatu.”tambah Jamaluddin.

Disebutkan Museum Samudera Pasai tempat tidak hanya sebagai penyimpanan benda – benda bersejarah masa Kerajaan Islam Samudera Pasai, namun juga dapat menjadi sarana edukasi dan relaksasi bagi para pengunjung.

“Objek wisata religi ini dibuka untuk umum dan sejak diresmikan tahun 2019  sudah dikunjungi sekitar 7000 lebih pengunjung dari berbagai daerah, baik dari Aceh, Luar Aceh, bahkan pengunjung dari luar negeri, diantaranya Malaysia, Thailand, Philipina termasuk turki, “terangnya.

Sementara saat kunjungan tersebut,  Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf didampingi PLT kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Aceh Utara, Jamaluddin, turut hadir Kepala Bidang Kebudayaan Nurliana dan kabag humas pemkab Hamdani.   

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar