Tujuh Kaur TU Madrasah Dijajaran Kankemenag Bireun Dilantik

KBRN,Bireuen : Kepala Kankemenag Bireuen, Drs H Zulkifli Idris MPd melantik tujuh kepala urusan Tata Usaha (Kaur TU) madrasah di lingkungan Kankemenag Bireuen. Acara berlangsung Kamis (21/10/2021) di aula kantor setempat.

Dari tujuh kaur TU yang dilantik, empat di antaranya merupakan hasil mutasi, yaitu Mahlis SHI, kaur TU MTsN 8 Bireuen, sebelumnya kaur TU MTsN 3 Bireuen. Drs Saifuddin, kaur TU MTsN 9 Bireuen, sebelumnya kaur TU MTsN 6 Bireuen.

Selanjutnya Razali SPd, kaur TU MTsN 5 Bireuen, sebelumnya menjabat kaur TU MTsN 9 Bireuen. Terakhir Safwan SSos, kaur TU MAN 2 Bireuen, sebelumnya menjabat kaur TU MTsN 5 Bireuen.

Sementara tiga orang yang dipromosi jabatan menjadi kaur TU yaitu Farridah SSos, kaur TU MTsN 3 Bireuen, sebelumnya sebagai pengelola SAI pada MIN 30 Bireuen. Nurmawati SPd, kaur TU MTsN 6 Bireuen, sebelumnya menjabat bendahara pengeluaran pembantu pada MIN 25 Bireuen.

Dan yang terakhir Nurasyidah SPd, kaur TU MTsN 2 Bireuen, sebelumnya ia menjabat sebagai bendahara pengeluaran pada MIN 8 Bireuen.

Kakankemenag Bireuen, dalam arahannya usai melantik pejabat baru menyampaikan bahwa, proses mutasi, rotasi, dan promosi merupakan sesuatu yang lazim dan harus terjadi di lingkungan kementerian/ lembaga manapun, sesuai kebutuhan. 

Menurutnya, mutasi merupakan “pakaian” dari seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Karena itu pelantikan jabatan ini jangan dimaknai negatif, apalagi di dramatrisir dan dipolitisir, katanya.

"Selain mutasi, rotasi dan promosi, organisasi juga perlu melakukan restorasi.  Restorasi ini penting dalam merubah main set pegawai saat menduduki jabatan, apalagi di era digital ini, ungkap Zulkifli."

Karena itu pesannya, dalam bertugas nanti perlu dibangun hubungan yang timbal balik dan harmonis antara kaur TU dengan kepala madrasah dan dewan guru di masing-masing tempat tugas.

“Cobalah kita membudayakan untuk saling menghargai dalam melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing. Saya berharap tata kelola yang akan dilaksanakan nantinya harus berbanding lurus dengan tata krama, dan sesuai dengan aturan atau regulasi yang ada,” pungkas Zulkifli.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00