Pasar Ikan Pusong Minim Perhatian Pemerintah, Anggota DPRK: Jangan Dibiarkan

KBRN Lhokseumawe : Sungguh sangat disayangkan jika keberadaan badan jalan berubah fungsi dijadikan sebagai tempat penjualan ikan.

Sementara  Bangunan Pasar ikan yang ada dilokasi Pusong Baro Kecamatan Banda Sakti kini tampak tidak berfungsi atau tidak ditempati oleh pedagang.

Selain kerap menimbulkan bau tak sedap, keberadaan Pedagang ikan di pinggiran jalan dikhawatirkan berdampak luas merusak keindahan dan kebersihan lingkungan, ucap Anggota DPRK T. Azhari Ahmadi.

Seharusnya tidak dibiarkan berlarut tanpa ada perhatian Pemerintah melalui Dinas terkait.

Sesuai Fungsi pengawasan DPRK, Pemerintah melalui Desprindagkop dikatakan perlu mengambil tindakan penertiban pedagang ikan yang tampak berjejer berjualan ikan di pinggiran jalan, tepatnya di Jalan Nelayan, Dusun IV, Desa Pusong Baro, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

“Ini tak bisa dibiarkan karena menyangkut kepentingan orang banyak apalagi Pusong kawasan padat. Harusnya kondisi seperti ini tidak terjadi, Saya sudah mengultimatum agar persoalan pencemaran lingkungan ini bisa dituntas oleh pihak terakit,” tandas Azhari dalam wawancara Singkat Pro 3 RRI Dilintas Indonesia hari ini, Jumat (23/07/2021).

Dari peninjauan dilakukan bersama BLHK dan dinas Pu juga kepela Desa setempat Sepekan Lalu, dikatakan T azhari pihaknya telah mengultimatum pihak terakit untuk mengatasi pencemaran lingkungan disepanjang jalan menuju pasar ikan, tepatnya di Jalan Nelayan, Dusun IV, Desa Pusong Baro, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe tampak berjejer dipenuhi lapak pedagang ikan, Sementara warga menutup hidung saat melintas dijalan tergenang limbah pasar tersumbat disaluran pembuagan, 

Selain mendesak pihak  terkait (Blhk maupun Dinas Pu)  mengatasi persoalan lingkungan serta juga Desperindakop mengambil tindakan penertiban pasar ikan dilokasi itu , Azhari juga meminta kepedulian masyarakat khususnya pedagang untuk menjaga kebersihan demi mencegah terjadinya polusi penyebab pencemaran di lingkungan pasar.

“Masyarakat setempat harus peduli terhadap lingkungannya, Jangan buang sampah sembarangan agar lingkungan tetap bersih, Jangan semuanya dibebankan ke pemerintah,”  ujar Azhari

Selain didera polusi bau menyengat, limbah pasar ikan yang meluber dari saluran pembuangan tersumbat,  semakin menuai keluhan warga sekitar.

 “Respon Positif dari Wakil Rayat Dikursi DPRK ini diharapkan bisa menghasilkan solusi agar lingkungan bersih, nyaman, dan masyarakat bisa hidup sehat,” kata Hamdan Hamzah dengan menambahkan kondisi ini sudah terjadi berbulan-bulan tanpa penanganan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00