Tahun 2021 PT PIM Siapkan Pupuk Urea Bersubsidi 460.418 Ton

KBRN, Aceh Utara : Pemerintah Pada tahun 2020, memberikan mandat untuk menyalurkan pupuk Urea Bersubsidi di Enam wilayah distribusi Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi sebanyak 344.024 ton sementara itu, total produksi pupuk Urea PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) di tahun 2020 tercatat 402.108 ton lebih besar dari rencana target 300.000 ton, Kelebihan dari produksi pupuk Urea tersebut menjadi stok untuk tahun selanjutnya dan dijual secara komersial.

Direktur Utama PT PIM, Yanuar Budinorman menjelaskan bahwa terkait dengan penyaluran pupuk Urea bersubsidi tahun 2020, terjadi peningkatan jumlah alokasi yang dimandatkan oleh Pemerintah dibandingkan dengan tahun 2019.

“Tahun 2020 lalu kita diberi tanggung jawab untuk menyalurkan pupuk Urea subsidi sebesar 344.024 ton. Sedangkan untuk tahun 2019, kita hanya memperoleh alokasi sebesar 270,139 ton dan setelah dua kali pengajuan realokasi oleh Dinas Pertanian bertambah menjadi 271.331 ton. Artinya, terdapat penambahan alokasi sebanyak 72.693 ton. Rinciannya, Aceh sebesar 68.960 ton, Sumut 148.426 ton, Sumbar 62.001 ton, Riau 35.277 ton, Kepri 117 ton, dan Jambi 29.243 ton,” terang Yanuar, Rabu (24/02/2021).

Menurutnya, khusus untuk wilayah Aceh, sesuai SK Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh tahun 2020 No. 820/1747/VI-1 Tanggal 01 Oktober 2020 alokasi pupuk Urea bersubsidi sebesar 68.960 ton, Jumlah alokasi ini meningkat dibandingkan tahun 2019 lalu yang hanya 55.900 ton.

Tahun 2021 PIM menyiapkan pupuk urea bersubsidi sebanyak 460.418 ton untuk memenuhi kebutuhan pupuk di Provinsi Aceh sebanyak 76.006 ton, Sumatera Utara 154.916 ton, Sumatera Barat 68.754 ton, Riau 37.572 ton, Kepri 110 ton, Jambi 30.057 ton, Kalimantan Barat 35.475 ton, Kalimantan Tengah 16.912 ton  dan Kalimantan Selatan 40.616 ton.

Berkenaan dengan suplai gas yang menjadi bahan baku pembuatan pupuk, Yanuar mengungkapkan bahwa saat ini kontrak yang telah berjalan masih tinggi meskipun telah memperoleh harga yang lebih rendah dari tahun 2019 lalu.

“Harga gas yang kita peroleh selama ini sebesar USD 6.61 / mmbtu dengan skema take or pay yang mewajibkan pembayaran sebesar 90% dari total suplai gas yang disalurkan oleh mitra dan berdurasi 10 tahun dari 2020-2030. Saat ini kita terus berupaya untuk mengoptimalkan proses produksi dan melakukan efisiensi pada sektor pengeluaran lainnya,” terang Direktur Utama PT PIM.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00