Gas Elpiji 3 Kg Langka, DPRK Aceh Utara Akan Panggil Pertamina

KBRN, Aceh Utara :   Komisi III DPRK Aceh Utara akan mengagendakan pertemuan (hearing) bersama Pertamina, untuk meminta penjelasan terkait kelangkaan gas elpiji bersubsidi ukuran 3 Kilogram,  mengalami kelangkaan di sejumlah pangkalan di Kabupaten Aceh Utara,  sejak sepekan terakhir.

Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara, Razali Abu Kepada RRI menyebutkan, setelah lebaran Idul Adha 1441 Hijriah, pihaknya aka  agendakan pertemuan dengan Pertamina, untuk mempertanyakan bagaimana penyaluran gas elpiji ini, sehingga bisa mengalami kelangkaan.

"Kelangkaan gas elpiji ini sudah dikeluhkan masyarakat sejak beberapa pekan terakhir atau menjelang hari raya kurban, kami menduga kelangkaan ini terjadi karena adanya agen-agen penyalur gas elpiji siluman, itu berdasarkan laporan dari masyarakat, kelangkaan itu menyebabkan harga jual di tingkat kios pengecer naik menjadi Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 18.000 per tabung.'kata Razali Abu, Jum'at (31/7/2020).

Menurut Polisi Partai Aceh, kondisi kelangkaan gas bersubsidi tersebut sudah memprihatinkan, apalagi untuk mendapatkan sebuah gas elpiji, rela mengantri berjam-jam, di pangkalan, sehingga dalam pertemuan tersebut akan menanyakan berapa jumlah koata yang distribusikan dalam sebulan ke setiap agen/ pangkalan di Aceh Utara, jika ada pangkalan yang nakal akan meminta untuk mencabut izin operasional.

"Kita negeri kaya, minyak juga ada, tetapi kenapa rakyat seperti mengemis untuk mendapatkannya sebuah gas melon, dan rela mengantri sampek 5-7 jam, maka kita mengharapkan, partisipasi aktif dari masyarakat agar melaporkan jika menemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak pangkalan, misalnya dengan menimbun elpiji 3 kg, menyelewengkan penyaluran dengan menjual ke kios-kios, atau menjual di atas HET yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga pangkalan tersebut bisa diberikan tindakan tegas,."pintanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00