Warga Aceh Utara Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

KBRN, Aceh Utara : Masyarakat di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, mengeluh kelangkaan Gas elpiji bersubsidi ukuran 3 Kilogram di sejumlah pangkalan, Kesulitan warga mendapatkan gas ukuran melon tersebut sudah dirasakan sejak  sepekan terakhir atau menjelang lebaran Idul Adha 1441 H/2020 M.

Salah seorang ibu rumah tangga, Lia asal Kecamatan Samudera, Aceh Utara, yang sedang mengantri di pangkalan gas elpiji UD Muzakir, kepada RRI mengatakan, dirinya bersama seratusan warga lain rela mengantri sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB untuk mendapatkan gas elpiji.

"Saya sudah tiga hari keliling mencari gas, hanya di pangkalan UD-Muzakir mendapatkan gas, sebelumnya sudah mencari di sejumlah pangkalan lain di Kecamatan Samudera dan Syamtalira Aron, Namun pemilik pangkalan menyatakan gas tersebut diperuntukkan untuk warga sekitar, dalam beberapa hari terpaksa memasak menggunakan kayu bakar.”kata Lia, Kamis (30/7/2020).

Hal serupa diakui Syukri warga Samudera, dirinya sudah pernah keliling ke sejumlah pangkalan, Namun stok gas elpiji 3 kilogram kosong, dirinya meminta kepada pemerintah dan pertamina untuk mencari solusi terkait sering langkanya gas elpiji bersubsidi 3 kilogram.

“Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram sangat berdampak bagi masyarakat kelas menengah kebawah, seharusnya, dinas terkait lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat menengah ke bawah, dan jika ada pangkalan yang nakal untuk ditindak tegas,”pintanya

Sementara Abdul Rafar warga Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, kondisi kelangkaan gas elpiji  sudah terjadi sejak sepekan terakhir, yang menjadi pertanyaan, gas dipangkalan kosong, Namun kios atau pengecer stoknya banyak, bahkan harganya di jual  diatas Harga Edaran Tertinggi (HET) Rp 18 ribu dan mereka jual berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu pertabung.

“Kami meminta kepada dinas terkait untuk melakukan pengawasan saat gas sampai ke pangkalan, sehingga pemilik pangkalan tidak menimbun gas dan menjual pengecer, jika ada pangkalan nakal untuk dicabut izinnya,” pinta Abdul Rafar.

Sementara Pemilik pangkalan gas elpiji UD Muzakir, mengatakan, kuota yang diberikan setiap bulan sekitar  750 tabung, kuota tersebut menurutnya masih kurang karena selama ini gas yang dijualnya bukan khusus kepada warga sekitar, Namun ada juga warga luar kecamatan Samudera.

“Jika ada stok, kita tetap berikan tanpa kecuali meskipun dari kecamatan lain,  sedangkan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram dalam beberapa hari ini, karena permintaan gas semakin meningkat menjelang hari raya idul Adha, disebabkan banyak masyarakat yang menggunakan gas elpiji untuk kebutuhan sehari-hari,”pungkasnya,

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00