Korban Tsunami Aceh Ini Temukan Abahnya di Medsos Setelah 16 Tahun

KBRN, Lhokseumawe: Unggahan Nur Lyana Aqilah Ahmad (22) di akun media sosialnya akhirnya mempertemukan Rahim Said (52) dengan Anak dan Istrinya yang sebelumnya dianggap telah meninggal dunia akibat bencana Tsunami di Aceh tahun 2004.

Dilansir dari Harian Metro dan dikutip RRI.co.id, Minggu (12/07/2020) pertemuan ini terhubung tatap muka melalui panggilan video WhatsApp. Terjadi tiga jam setelah seorang mahasiswi Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM) tersebut mengunggah di media sosialnya tentang seorang gadis sedang mencari ayahnya.

Nurul Happy Zalindraa mengatakan, bertemu dengan Ayahnya di media sosial seperti mimpi, setelah upaya keluarga mereka untuk melacak Ayahnya di Malaysia tidak pernah berhasil.

“Ibu dan saya sudah lama mencari keberadaan Abah, bahkan ada informasi Abah sudah meninggal dunia,” ungkapnya.

“Mau ke Malaysia kami tidak ada uang, nomor telepon keluarga di Malaysia juga tidak ada.

Tahun lalu, Ia tergerak hati memberanikan diri mencari Abah di media sosial, karena juga kebetulan untuk urusan dokumen pernikahan yang akan berlangsung penghujung tahun ini. 

"Kemudian mencoba mengirim pesan langsung (DM) secara acak kepada siapa pun di Malaysia. Tetapi tidak pernah berhasil sebelum pesan akhirnya dijawab oleh Nur Lyana Aqilah yang bersedia menawarkan untuk membantu saya,” terangnya.

Rasanya seperti mimpi pertama kali bisa mendengar dan melihat ayah melalui panggilan video, gugup tapi merasa benar-benar bahagia," katanya.

Nurul Happy saat mengaku sedang kuliah keperawatan di Lhokseumawe, Aceh.

Sedangkan Nur Lyana Aqilah, awalnya merasa bantuan kecilnya tidak berdampak besar terhadap keluarga Rahim yang telah berpisah selama 16 tahun.

"Saya sangat bangga, bahkan saya tidak pernah berpikir saya akan dapat membantu keluarga ini ketika kita tidak saling mengenal. Saya percaya semua ini sudah diatur Allah SWT yang menggerakkan hati saya untuk membalas DM Nurul Happy Zalindraa sebelum setuju membantunya", tuturnya.

Dalam waktu tiga jam mengunggah kabar, seseorang mengiriminya pesan dan memberi nomor telepon Paman Rahim sebelum saya berani menghubungi dia," tutupnya.

Sementara itu, Rahim Said yang merupakan warga Malaysia dan menetap di Kedah, menemukan Istrinya Suryati Ahmad Badawi (49) dan Anaknya Nurul Happy Zandraa,setelah terpisah selama 16 tahun terakhir. 

Ceritanya, pada saat itu istrinya pulang ke Aceh untuk pesta pernikahan adiknya.

"Sejak kembali ke Aceh, sebelum tsunami dahsyat pada Desember 2004, kami terhubung seperti biasa.

Namun setelah tragedi dahsyat itu, komunikasi terputus. Beberapa kali mencoba mencari anak dan istri dengan kenalan dan saudara di Aceh. 

Malangnya, banyak menerima kabar bahwa anak dan istrinya sudah menjadi korban pada tragedi tersebut,” ucapnya pada Harian Metro yang dikutip RRI.co.id

Ketika sudah dicari tak kunjung ketemu, akhirnya dirinya mengikhlaskan kepergian istri dan anaknya, dan tak mencarinya lagi.

"Hampir setiap tahun jika ada lebih banyak rezeki keluarganya di Malaysia, tidak pernah lupa untuk mengadakan tahlil untuk mereka," katanya.

Rahim mengatakan seperti keajaiban tiba-tiba muncul ketika Nur Lyana Aqilah memberi kabar istri dan anak-anaknya masih tinggal di Aceh.

Di antara senang dan sedih berbagai perasaan muncul, ada juga perasaan seperti hidup kembali," ungkapnya.

Rahim memiliki 13 anak, termasuk satu anaknya tinggal bersama Suryati, ia berterima kasih kepada Lyana Aqilah karena telah membantunya menemukan keluarganya.

“Kami merencanakan akan segera bertemu setelah Covid-19 ini berakhir,” ucapnya sedih.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00