Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Tempati Shelter Baru 

Selter baru untuk pengungsi rohingya di resmikan walikota

KBRN, Lhokseumawe : Sebanyak 107 pengungsi rohingya, menempati bangunan selter baru, yang berada di Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Rabu (24/2/2021). Sebelumnya ratusan pengungsi Rohingnya menempati gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe, Desa setempat.Lhokseumawe.

Prosesi peresmian 36 unit shelter baru pengungsi Rohingya  dan beberapa bangunan lain ditandai dengan pemotongan pita oleh Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, turut dihadiri Forkopimda Lhokseumawe dan tokoh agama serta muspika plus Muara Dua.

Assistant Protection Officer UNHCR, Dwita Aryani dalam kata sambutannya menyebutkan, adapun temporary shelter pengungsi yang UNHCR bangun melalui partner Yayasan Kemanusian Muslim Indonesi (YKMI) 30 unit shelter, 1 ruang belajar, 5 tempat cuci.

“Selain bangunanan itu, barak lainnya yang baru dibangun yakni 28 unit toilet, 1 dapur umum, 200 meter drainase, jalan setapak area shelter baru, lapangan bola voli dan takraw, 33 sekat ruangan di bangunan lama dan sumur bor sedalam 100 meter lebih.”rincinya

Selain itu,  lanjut Dwita, kontribusi yang amat berarti diberikan oleh beberapa organisasi lainnya. PMI membangun sejumlah 1 blok shelter sejumlah 6 pintu, taman bermain anak, tempat cuci dan menjemur pakaian, McK dan latrine 5 pintu, area pembuangan sampah, dan ruang sekretariat Bersama.

“IOM berkontribusi memugar klinik, merenovasi area tengah di Gedung lama, menginstalasi sejulah 7 unit fasilitas cuci tangan, dan 6 unit partisi. Pendirian balai belajar juga dilakukan oleh Yayasan Geutanyoe. kami juga mengucapkan apresiasi yang sedalam-dalamnya kepada organisasi-organisasi dan tutor-tutor yang berkontribusi dan berkomitmen dalam Pendidikan juga Kesehatan mental pengungsi selama ini.”terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya meminta kepada lembaga terkait agar menangani Imigran Rohingya tersebut secara professional, karena kedatangan Rohingya di Lhokseumawe akan menjadi rahmat, dan tidak menjadi beban untuk semua pihak.

“Yang penting saling koordinasi dengan pemerintah kota, jika ada masalah maupun kendala, dan memberikan kenyamanan kepada para pengungsi ini,”pintanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00