FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Terlibat Kasus Kerumunan Selegram Herlin Kenza, 2 Oknum TNI Dicopot Dari Jabatan

KBRN Lhokseumawe: Diduga ikut terlibat pengawalan kedatangan Selegram Herlin Kanza Penyebab terjadinya kerumunan ditoko Grosir Pasar Inpres beberapa hari lalu, 2 Oknum TNI Dijajaran Korem 011 Lilawangsa juga bakal diberikan sanksi pencopotan jabatan. Selain dicopot dari Jabatan, ke dua Anggota TNI tersebut juga dikenakan sanksi penundaan kenaikan pangkat.

Demikian dikatakan Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Sumirating Baskoro, atas keterlibatan dua anggotanya  yang diduga mengabaikan kerumunan massa di salah satu toko pakaian dihadiri oleh Herlin Kenza. Apalagi keduanya dalam peristiwa itu tidak melaporkan ke pimpinan dan satgas.

"Sanksinya dicopot dari jabatan setelah itu penundaan naik pangkat, karena mereka terlibat dalam kerumunan itu tapi tidak melapor ke satgas dan pimpinan," ujar Kolonel Inf Sumirating Baskoro kepada wartawan, Sabtu, (24/07/2021).

Selaku Komandan Korem 011 Lilawangsa Sumirating juga menyangkal kedua personel TNI tersebut ditugaskan untuk mengawal kegiatan tersebut.

Dari keterangan keduanya berada dilokasi toko tersebut hanya sekedar membantu dan menghadiri undangan pemilik usaha. "Meski begitu Mereka tetap disanksi karena tidak peka, seharusnya apabila terjadi kerumunan mereka melapor ke satgas atau ke pimpinan,"ujarnya.

Nasib sama juga dialami oleh Oknum polisi yang akan menjalalani sidang khusus pelanggaran.

Sebelumnya, Polres Lhokseumawe telah menetapkan Herlin Kenza dan pemilik toko pakaian sebagai tersangka penyebab terjadinya kerumunan. Mereka disangkakan melanggar UU Kekarantinaan dengan mengabaikan protokol kesehatan. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00