Tuntaskan Kasus Korupsi Tangul, Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Kejari Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Sejumlah mahasiswa yang Berasal dari Gabungan Dua Universitas yaitu Universitas Malikussaleh (UNIMAL) Aceh Utara dan UNIKI, Menggelar Aksi di depan gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe Rabu (23/06/21) terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Tanggul pengamanan pantai Cunda-Meuraksa.

Dalam orasinya Koordinator Lapangan (Korlap) Yudi Katiara Mahasiswa Universitas Malikussaleh Aceh Utara Mengatakan, Kejari Lhokseumawe Harus Mengusut tuntas permasalahan yang terjadi pada kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi yang dilakukan oleh pihak yang menangani Proyek pembangunan tanggul Cunda- Meraksa yang sedang ditangani Kejaksaan setempat.

Lanjutnya Ia Mengatakan Kepada awak media, Berdasarkan Hasil dari Audit Investigasi BPKP Perwakilan Aceh pada tanggal 20 Mei 2021 yang telah dilakukan, dari hasil audit investigasi tersebut mereka menemukan kerugian Keuangan Negara sebesar 4,3 Miliar.

Dimana dalam hal ini pihak terkait diduga telah melakukan tindak pidana korupsi dengan berkas dan hasil audit yang kuat dari BPKP Perwakilan Aceh tersebut.

"Maka dari itu terkait belum adanya pentapan tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi ini yang tertuang sesuai dengan Pasal 39 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Setiap orang yang melakukan perbuatan memperkaya diri atau orang lain atau Perusahaan yang merugikan Keuangan Negara dipidanakan penjara dengan sanksi penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, dan denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak 1 Milyar”, terangnya.

Maka dengan harus berpegang teguh atas peraturan yang telah ditetapkan, jangan ada perbedaan pandangan dari penegak hukum dalam menangani kasus yang seharusnya mereka jalankan sesuai Tugas dan Fungsinya sampai kasus ini tuntas",Tegasnya.

Kepala kejari Lhokseumawe Dr. Mukhlis, SH, MH mengatakan dari hasil penyelidikan mereka, bahwa kasus ini memang suatu pelanggaran hukum.

"Maka dari itu kita akan mengusut tuntas terkait kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Tanggul pengamanan pantai Cunda-Meuraksa ini", tegas Mukhlis.

Dari keterangannya dan disaksikan oleh para awak media yang meliput dikantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe, Kepala Kejari Lhokseumawe Dr. Mukhlis, SH, MH Mengatakan Pihak yang terkait dalam Permasalahan kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Proyek Tanggul pengamanan pantai Cunda-Meuraksa di tanggal Kamis 21 Januari 2021 mereka mengembalikan Uang yang dimana itu Dana Proyek Tanggul pengamanan Pantai Cunda-Meuraksa itu.

Yang sangat membinggungkan ungkap dari Korlap Perwakilan Mahasiswa tersebut, dari hasil audit BPKP Perwakilan Aceh bahwa kerugian Negara Mencapai Rp. 4,3M, yang menjadi pertanyaannya apakah benar uang itu dikembalikan atau tidaknya kita tidak tahu,hanya saja penjelasan yang diberikan dari Kepala KEJARI Lhokseumawe tapi tidak ada informasi yang terdengar.

Terlepas dikembalikan uang tersebut atau tidak disatu sisi pengembalian uang korupsi tidak menghapus pidananya bagi pelaku tindak pidana korupsi. Meski pelaku korupsi sudah mengembalikan uang hasil korupsinya tetap saja pelaku bisa dipidana.Hal tersebut ditegaskan dalam pasal 4 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang menyatakan bahwa pengembalian kerugian keuangan Negara atau perekonomian Negara tidak menghapuskan pidananya pelaku tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud pasal 2 dan pasal 3 Undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Maka dari itu pihaknya meminta agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe segera mengusut tuntas dan menetapkan tersangka terkait dugaan korupsi Proyek Tanggul pengamanan Pantai Cunda-Meuraksa tersebut dengan disertai bukti-bukti yang telah ada seperti Hasil Audit BPKP Perwakilan Aceh, dan sebagai bukti pengembalian uang yang telah dilakukan oleh pihak yang terkait dalam Kasus Dugaan Korupsi ini.

"Kita juga meminta Kajati Aceh untuk mengambil alih kasus ini dengan melakukan supervisi secara menyeluruh", pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00