Bawa Kabur Pengungsi Rohingya, Pria Asal Tangerang Ditangkap

KBRN, Lhokseumawe: Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Lhokseumawe, Minggu (22/11/2020) menggelar konferensi pers (Press Conference) tindak pidana Keimigrasian dan tindak pidana Perdagangan Manusia terhadap Pengungsi Etnis Rohingya di Kamp Pengungsian Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Gampoeng Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Pada kesempatan itu, Polres Lhokseumawe juga menghadirkan para tersangka yang berhasil ditangkap yakni DA (25) Warga Kelurahan Kota Matsum IV Kecamatan Medan Area, Kota Medan. Serta BS (45) Warga Jalan Kurma I Kota Baru Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten.

Tersangka DA dari Kota Medan disuruh menjemput korban di Kamp Pengungsian Rohingya atas perintah teman bibinya (Tante) dari Malaysia dengan upah Rp 2 juta untuk 2 orang pengungsi. Sedangkan tersangka BS berangkat dari Tangerang menuju Kota Lhokseumawe atas suruhan M. Hamid dengan upah Rp 6 juta perkepala. Sementara M. Hamid yang ditetapkan sebagai DPO diduga sebagai sindikat perdagangan manusia Internasional dan berdomisili di Malaysia.

Dalam keterangan persnya Kapolres Lhokseumawe, AKBP Eko Hartanto, menjelaskan, pada hari Jum'at 20 November 2020 sekira pukul 01.00 WIB yang bertempat di Gampoeng Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, telah diamankan satu orang tersangka oleh Anggota TNI Kodim 0103 Aceh Utara, yang diduga akan mengambil dan membawa lari salah satu warga Rohingya dari Kamp Shelter pengungsi gedung BLK. 

"Pengungsi rencananya akan dibawa kabur ke Malaysia atas suruhan sdr. Muhammad yang berada di Malaysia", Ungkap Kapolres.

Tersangka diancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 atau 3 tahun sesuai bunyi pasal 10 UU RI No.21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00