28 Nelayan Aceh Yang ditangkap di Thailand Akan Dipulangkan Ke Tanah Air

H Sudirman Saat melakukan pertemuan dengan Direktur Perlindungan WNI & Bantuan Hukum Indonesia

KBRN, Lhokseumawe : Sebanyak 28 Nelayan asal Aceh yang ditangkap otoritas pemerintah Kerajaan Thailand, pada April 2021 lalu, karena telah melakukan penangkapan ikan secara ilegal dalam wilayah perairan negara tersebut telah mendapat pembebasan akan segera diterbangkan ke tanah air .

Informasi tersebut  disampaikan oleh Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau akrap disapa Haji Uma setelah melakukan pertemuan langsung dengan Direktur Perlindungan WNI & Bantuan Hukum Indonesia, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia di Jakarta, pada Kamis (20/1/2022).

“Berita pembebasan 28 nelayan asal Aceh kita ketahui secara sekilas dalam komunikasi awal dengan Direktur Perlindungan WNI Kemenlu pada komunikasi awal untuk tindak lanjut surat dari keluarga nelayan, Panglima Laot dan Dinas Perikanan beberapa hari lalu.”kata Haji Uma, Jumat (21/1/2022).

Menurut Haji Uma, 28 nelayan asal Aceh ini akan diterbangkan ke Tanah air  setelah mendapat pengampunan dari Kerajaan Thailand pada kesempatan ulang tahun Raja Rama X pada tahun 2021.

“Saat ini pihak Konsulat RI Songkhla telah melakukan proses identifikasi dan pembuatan dokumen perjalanan (SPLP) serta melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam upaya pemulangan ke 28 nelayan asal Aceh ke tanah air, termasuk Konsulat RI Songkhla juga akan menyiapkan tiket bagi  mereka,”terangnya.

Oleh karena itu, Haji Uma  meminta kepada keluarga nelayan dari Aceh Timur yang sebelumnya telah mengirim surat permohonan kepada dirinya untuk memfasilitasi akses informasi dan komunikasi dengan pihak Kemenlu RI agar tidak perlu lagi merasa resah, dalam  berapa hari ini akan tiba ke Tanah air.

“Saat ini semua sedang dalam proses pengurusan untuk pemulangan. Mari kita doakan agar semua proses tahapan berjalan lancar dan dalam waktu dekat dapat bertemu/n berkumpul kembali dengan keluarga di tanah air,”pintanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar