Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 3.3 Juta Batang Rokok Ilegal Dari Vietnam

Barang Bukti rokok ilegal yang diamankan tim gabungan diperairan Aceh (foto/Saiful)

KBRN, Lhokseumawe : Tim gabungan yang terdiri dari Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bea Cukai Lhokseumawe, Kantor Wilayah khusus Kepulauan Riau, Satuan Tugas Kapal Patroli Bc 30004 dan Dit. Polair Polda Aceh, berhasil melakukan penindakan atas upaya penyelundupan sebanyak 3.300.000 batang rokok ilegal.

Rokok yang tidak terdapat pita cukai merek  "Nikken" berhasil digagalkan pada Selasa (11/01/2022) sekitar pukul 03,00 WIB, di wilayah perairan Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang  Kabupaten Aceh Utara, selain mengamankan barang-bukti turut mengamankan tiga orang tersangka.

Kepala kantor Bea Cukai Lhokseumawe Moch Munif saat konferensi Pers di kantor setempat, Jumat (21/1/2022) menyebutkan keberhasilan penindakan rokok ilegal ini bermula atas informasi yang disampaikan masyarakat akan ada sarana pengangkut laut (kapal nelayan) bermuatan rokok ilegal dari luar Indonesia atau negara Vietnam menuju Aceh.

"Setelah mendapatkan informasi itu, tim gabungan langsung melakukan patroli darat  dan patroli laut, sehingga berhasil menggagalkan penyelundupan rokok ilegal yang berasal dari vietnam  sebanyak 330 kardus atau 3.300.000 batang  dan mengamankan 3 orang tersangka masing-masing berinisial R,SB dan S, “kata Moch Munif.

Menurutnya, dari 330 kardus itu, perkiraan total nilai barang senilai Rp 6.615.500.000 (enam milyar enam ratus lima belas juta lima ratus ribu rupiah) serta taksiran kerugian negara dan Cukai termasuk Pajak Rokok sebesar Rp 3.514.500.000 (tiga milyar lima ratus empat belas juta lima ratus ribu rupiah).

“Ketiga tersangka itu sudah dititip di lapas kelas II B Lhoksukon, mereka dapat disangkatan dengan pasal 56  UU No. 39 Tahun 2007  jo UU no.11 tahun 1995 tentang cukai, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 10 (sepuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar,"pungkasnya.

Sementara saat konferensi pers tersebut, turut hadir Dir Polair Polda Aceh Kombes Pol Risnanto, perwakilan Bea  Cukai Tanjung Balai Karimun  Kepulauan Riau, Jonathan, dan sejumlah pejabat lainya bea cukai Lhokseumawe.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar