Tradisi Unik Membeli Hewan Kurban di Aceh

KBRN, Takengon: Idul Adha 1441 Hijriah atau Hari Raya Haji tahun 2020 menurut kalender Masehi jatuh pada, Jumat (31/7/2020). Itu artinya, hanya tinggal tiga minggu lagi Umat Islam akan merayakan Idul Adha.

Kemudian, apa saja yang harus disiapkan masyarakat untuk dapat berkurban dalam masa pandemi Covid-19 sekarang ?

Ketua panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Desa Blang Kolak 1 Takengon, Aceh Defri menyampaikan, ada beberapa trik supaya masyarakat dapat ikut berkurban.

Ternyata, selama ini tradisi di desa tersebut menggunakan beberapa cara demi dapat berkurban hewan, bahkan sebelum terjadi wabah mematikan, Covid-19.

Jangan heran. Defri menyebut cara arisan, jemput bola, dan mengutip per bulan bagi masyarakat yang memiliki niat atau keinginan untuk berkurban.

"Kalau saya jumpai orang, mau gabung, ikut jamaah, biar kita susun. Sejak tahun 2004 sudah mulai arisan, jemput bola, kutip per bulan sampai tahun 2008. Setelah itu, enggak kutip (atau menyicil, red) lagi, masyarakat sudah terbiasa. Tahun ini, kita kenakan satu orang Rp3.2 juta untuk satu ekor kerbau," kata Defri kepada RRI di Aceh, Jumat (3/7/2020).

Cara lain mengajak masyarakat berkurban, kata dia, yaitu dengan mengirim SMS, mengumumkan jauh jauh hari sebelum Idul Adha tiba.

"Dan menyampaikan ajakan berkurban menjelang pelaksanaan ibadah Shalat Jumat," ungkap dia.

Defri mengaku sejak tahun 2008, tidak lagi mengutip uang kepada masyarakat yang memiliki niat untuk berkurban. Sebab, kata dia, masyarakat lebih memilih memberikan uang secara tunai kepada panitia penyembelihan hewan qurban.

"Satu ekor kerbau untuk 7 orang 7 jiwa. Satu kerbau itu misal 90 kilo, sepertiga untuk masyarakat miskin, sepertiga untuk orang kurban, sepertiga untuk umum," jelas Defri.

Diakui Defri dengan cara menjemput bola dan menanyakan kepada setiap masyarakat yang dijumpainya, itu cukup membuat minat masyarakat kemudian banyak berkurban.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00