Es Dawet Masih Takjil Kesukaan Warga Kebumen

KBRN, Kebumen: Pusat jajanan di jalan Mayjend Sutoyo, Kebumen, Jawa Tengah selalu ramai dipadati pengunjung setiap Ramadhan. Namun, tahun ini nampak lengang. Hanya ada beberapa penjual makanan dan minuman yang tetap menggelar lapak di tengah lesunya ekonomi akibat Darurat COVID-19.

Dari puluhan lapak pedagang, ada satu penjual takjil atau minuman manis untuk berbuka yang lebih ramai dari penjual lain di pusat kuliner itu.

"Kami jualan dawet atau cendol. Dawet hitam," jawab Saputra pemilik lapak saat RRI menyambangi tempatnya berjualan, Minggu (3/5/2020) sore.

Selama hampir dua pekan berjualan, Saputra mengaku omset jualannya tetap tinggi meski ada himbauan dari pemerintah agar masyatakat tetap di rumah. Terkait hal ini, ia mengaku telah melakukan upaya-upaya seperti hanya menerima bungkus (take away) dan mewajibkan karyawan untuk menggunakan masker.

"Alhamdulillah tetap ramai ya. Hanya dengan berjualan 2 jam, penjualan kami cukup tinggi. Mungkin karena masyarakat didorong oleh rasa haus setelah berpuasa seharian," terang Saputra.

Minuman manis yang dijajakan Saputra ini terbilang perpaduan kuliner masa kini dengan kuliner lama. Ia memadukan dawet hitam dengan aneka topping.

Seperti buah alpukat dan biskuit hitam yang menarik perhatian. Saputra mengaku mampu menjual hingga 80 gelas dawet per hari.

"Ramadhan tahun ini saya telah memiliki tiga kedai. Selain di pusat jajanan Kebumen, saya juga punya lapak dawet di wilayah Petanahan dan Dorowati, Kecamatan Klirong," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00