Eksepsi Randi Ditolak Majelis Hakim, Sidang Siap Hadirkan Para Saksi Kasus Penkase

KBRN,Kupang: Sidang perkara kasus Penkase, kematian Astri M (30) dan Lael M (1), kembali di gelar Pengandilan Negeri Kelas 1 Kupang, dengan agenda mendengarkan tanggapan majelis hakim atas eksepsi yang diajukan terdakwa Randi Bajideh (RB) pada persidangan sebelumnya.

Dalam sidang Majelis Hakim menolak seluruh eksepsi terdakwa Randi Bajideh dalam sidang putusan sela, berlangsung Senin, (23/5/2022) , di  Ruang Cakra PN Kupang.

Ketua Mejelis Hakim Wari Juniati dalam pembacaan putusan menolak seluruh ekspesi terdakwa melalui para penasihat hukumnya.

"Menolak eksepsi atau keberatan dari tim penasihat hukum terdakwa Randi Suhardi Badjideh untuk seluruhnya. Memerintahkan JPU untuk menghadapkan saksi-saksi dan bukti-bukti lainnya di persidangan berikutnya," kata Wari Junarti pada persidangan.

Majelis Hakim kemudian memerintahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Kupang untuk segera menghadirkan saksi dan bukti lain pada persidangan berikutnya.

Untuk diketahui Terdakwa Randi Bajideh(RB) disangkakan pasal berlapis yakni pasal 340, 338 dan 80 KUHP dengam ancaman maksimal hukuman mati.

Kasus kematian Astri M (30) dan Lael M (1) menjadi perhatian publik bukan hanya di Kota Kupang tetapi juga di Jakarta.

Sejumlah Ormas Kemasyarakatan yang ada di Kota Kupang dan di Jakarta pernah menggelar aksi unjuk rasa menuntut penegak hukum segera mengusut tuntas kasus kematian ibu dan anak tersebut.

Kematian AM (30) dan LM (1) yang jenazahnya ditemukan di bekas galian pipa di kelurahan Penkase, Kota Kupang sekitar bulan Oktober 2021 lalu sempat menjadi viral dan perhatian publik serta penanganan kasus yang lama menjadi atensi dan tuntutan publik.(VFZ

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar