Save the Children Siapkan Generasi Muda Jadi Agen Perubahan dan Pemimpin Masa Depan

KBRN, Sumba : Yayasan Save the Children Indonesia melalui program Sumba Future Changemakers saat ini berinovasi mempersiapkan kaum muda di Pulau Sumba untuk menjadi pelaku perubahan dan dan pemimpin masa depan dengan memberdayakan anak-anak berusia 13 hingga 17 Tahun.

Innovation and Strategic Lead Manager Save the Children Antya Praya Widita di Sumba Barat, Rabu (29/06/2022) mengatakan, Program Sumba Future Changemakers bertujuan memberdayakan anak-anak usia antara 13-17 tahun untuk belajar dan mempraktekkan keterampilan penting masa depan seperti, berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah.

“Sumba Future Changemakers ini pada dasarnya ini suatu program untuk mempersiapkan pembawa perubahan masa depan untuk Sumba. Jadi fokusnya memang untuk anak-anak usia antara 13 sampai 17 tahun,” ungkap Antya Praya Widita.

Menurut Antya, melalui program Sumba Future Changemakers dapat melatih kaum muda mampu mengidentifikasi masalah, merancang dan menguji solusi, memimpin proyek perubahan, membuat keputusan, dan berhubungan serta berkolaborasi dengan anak muda lainnya, sehingga membangun kepercayaan diri keterampilan dan jejaring mereka selama program berjalan.

“Kami fikuskan disini untuk melatih critical skils untuk masa depan. Kami lakukan disini adalah bagaimana anak-anak muda ini yang mempunyai potensinya luar biasa, bisa berpikir atau bisa mempunyai kepedulian terhadap lingkungan. Kami mau mendorong mereka untuk mengidentifikasi masalah, isu-isu sosial lingkungan disekitar mereka lalu berpikir bagaimana mengatasinya. Salah satu rangkaian kegiatan yang kami lakukan adalah bootcamp, dimana anak-anak bisa belajar dan berlatih tentang sesuatu, dan bagaimana memecahkan sebuah masalah,” tutur Antya Praya Widita.

Program Sumba Future Changemakers terutama focus pada pemberdayaan kaum muda yang terkena dampak ketimpangan dan diskriminasi di Sumba, termasuk mereka yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah, tertinggal di daerah rawan bencana, penyintas pernikahan dini dari kelompok agama atau etnis minoritas, dan putus sekolah.

Anak-naka kemudian diberdayakan melalui strategi tiga langkah yaitu yang pertama adalah jejaring anak muda. Dalam konteks ini, anak-anak memiliki kesempatan untuk bertemu dan berkolaborasi dengan teman sebaya yang memiliki ketertarikan akan isu yang sama, menyuarakan kegelisahan dan berdiskusi cara untuk menciptakan pembaharuan.

Kedua adalah, Design Thinking Bootcamp yakni, anak-anak memiliki kesempatan untuk belajar prinsip design thinking dan berlatih cara mengidentifikasi dan memecahkan isu-isu penting di sekitar mereka, serta menghasilkan prototype solusi dan kelompok.

Ketiga adalah, program inkubasi yakni, anak-anak memiliki kesempatan untuk mengimplementasikan solusinya bersama teman sebayanya, serta memimpin proyek perubahan tersebut sembari mengasah kemampuan dalam memengaruhi masyarakat luas.

Menanggapi Program Sumba Future Changemakers tersebut, Ketua DPRD Sumba Barat Drs. Dominggus Ratu Come memberi apresiasi dan mendukung penuh pelaksanaannya di Wilayah Sumba Barat untuk kepentingan generasi muda.

Menurut Dominggus Ratu, program Sumba Future Changemakers mampu menggelitik kaum muda Sumba usia 13-17 tahun yang memiliki potensi untuk memahami lingkungan mereka.

“Lebih dahulu kita harus memahami lingkungan tersebut sehingga membawa kita untuk mengetahui isu atau masalah yang timbul pada lingkungan tersebut, itu dulu. Kalau itu sudah dimiliki oleh kaum muda, berarti mereka sudah bisa mengevaluasi, melakukan penilaian persoalan-persoalan sosial yang ada di Lingkungan mereka itu sendiri. Persoalan sosial yang saya maksudkan bisa menyangkut masalah pendidikan, masalah kekerasan dalam rumah tangga, pergaulan seks bebas, yang membawa semuanya itu pada hal-hal yang negative dalam penilaian. Oleh sebab itu peran mereka pada lingkungan tersebut atau pada komunitas tersebut sangat-sangat penting,” tegas Ketua DPRD Sumba Barat Drs. Dominggus Ratu Come. (at).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar